Presiden Prabowo Harap Komisi Reformasi Polri Dengarkan Masukan Tokoh Bangsa

Presiden RI Prabowo Subianto

bogortraffic.com, BOGOR – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri.

Dalam arahannya, Presiden berpesan agar komisi ini bekerja secara transparan serta mendengarkan aspirasi masyarakat, mulai dari tokoh bangsa hingga warganet di dunia maya.

Bacaan Lainnya

Pembentukan dan pelantikan Komisi ini, yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/P Tahun 2025, merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo dalam merespons aspirasi publik mengenai perbaikan di tubuh Korps Bhayangkara.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengatakan pihaknya tidak hanya akan merumuskan langkah-langkah konkret, tetapi juga secara aktif akan menampung berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat.

“Kalau rumusan kami bisa mengerjakan sendiri-sendiri, tetapi cara rumusan usulan kebijakan reformasi itu diperoleh juga itu penting. Makanya tokoh-tokoh masyarakat, aktivis, dan mungkin kami juga perlu mendengar lagi dari tokoh-tokoh bangsa yang kemarin bertemu dengan Bapak Presiden,” jelas Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/11).

Jimly merujuk pada pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) pada September lalu.

Tokoh-tokoh ini, termasuk Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Romo Franz Magnis-Suseno SJ, M. Quraish Shihab, dan KH Ahmad Mustofa Bisri, sebelumnya telah menyampaikan aspirasi perlunya pembentukan tim reformasi Polri.

Jimly menambahkan, selain menjaring masukan dari para tokoh, komisi juga akan mendengarkan aspirasi publik di media sosial.

“Bahkan di medsos banyak sekali YouTuber yang mendiskusikan isu-isu ini,” ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, pihaknya akan terbuka terhadap semua masukan masyarakat, baik melalui forum diskusi maupun pemantauan langsung di ruang digital.

“Kalau nanti enggak bisa dibuat forum khusus, ya paling tidak kami akan rajin untuk mendengarkan di YouTube, tapi ini nanti akan kami susun apa saja, siapa saja, dan forum seperti apa yang perlu kita adakan. Insyaallah kita akan terbuka,” katanya.

Jajaran Anggota Komisi Reformasi Polri

Komisi yang terdiri atas 10 anggota ini dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie sebagai Ketua merangkap anggota. Susunan anggotanya diisi oleh tokoh-tokoh eksekutif, hukum, dan kepolisian senior, termasuk Yusril Ihza Mahendra, Otto Hasibuan, Tito Karnavian, Supratman Andi Agtas, Mahfud MD, Ahmad Dofiri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Idham Aziz, dan Badrodin Haiti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan