Perluas Akses Pasar Global, Wamendag Roro Gejot Diplomasi Perdagangan di Pertemuan AEM Filipina

Wamendag Dyah Roro Esti perkuat kerja sama perdagangan dengan OECD, EAEU, Rusia, dan Inggris di Pertemuan AEM Filipina.

bogortraffic.com, BOGOR –  Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi Indonesia melalui serangkaian pertemuan bilateral di sela Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) di Pasay City, Filipina, pada 17–22 September 2026.

Agenda ini membahas aksesi OECD, implementasi I-EAEU FTA, penguatan perdagangan dengan Rusia, hingga kemitraan ekonomi dengan Inggris.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal OECD, Yasushi Masaki, Wamendag Roro menegaskan komitmen Indonesia untuk merampungkan proses aksesi pada pertengahan 2028.

“Sebagai negara ASEAN pertama yang menempuh proses aksesi OECD, Indonesia memandang keanggotaan OECD sebagai prioritas strategis untuk memperkuat reformasi domestik dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” ujar Wamendag Roro.

Sementara itu, saat bertemu dengan Menteri Bidang Integrasi dan Makroekonomi Eurasian Economic Commission (EEC), Daniiar Imanaliev, Wamendag Roro mendorong optimalisasi I-EAEU FTA yang telah diratifikasi melalui Perpres Nomor 62 Tahun 2026.

“Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi domestik melalui Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2026 dan menargetkan I-EAEU FTA dapat berlaku efektif pada akhir 2026. Implementasi FTA ini perlu segera dioptimalkan untuk membuka akses pasar dan menciptakan peluang perdagangan serta investasi baru,” jelas Wamendag Roro.

Pada agenda pembahasan bersama Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Ilyichev, Indonesia mendorong diversifikasi produk ekspor seperti alumina dan kendaraan, serta pembukaan rute logistik baru.

“Indonesia melihat peluang untuk meningkatkan ekspor produk seperti alumina, kendaraan bermotor, industrial fatty alcohol, dan lembaran baja tahan karat, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan strategis seperti gandum, besi dan baja, emas, serta katoda tembaga,” ujar Wamendag Roro.

Rangkaian diplomasi diakhiri dengan pertemuan bersama Menteri Negara Urusan Perdagangan Inggris, Lord Anas Sarwar, guna mempersiapkan UK-Indonesia Economic Growth Partnership (EGP) Forum pada November 2026.

“Peningkatan komitmen kerja sama dengan Inggris akan membawa peluang perdagangan yang lebih besar bagi pelaku bisnis di kedua negara. Dalam rangka menjaga momentum positif hubungan kedua negara, terdapat peluang untuk mulai menjajaki pembentukan FTA atau CEPA,” ujar Wamendag Roro.

Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional ini berfokus pada hasil konkret bagi sektor usaha dalam negeri.

“Indonesia akan terus mendorong kerja sama perdagangan yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, baik melalui penguatan standar dan reformasi domestik maupun melalui pembukaan akses pasar baru dan peningkatan konektivitas dengan mitra strategis,” tutup Wamendag Roro.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan