bogortraffic.com, LUMAJANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat upaya mitigasi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Selain mempercepat penanganan darurat pada tanggul dan alur sungai yang terdampak, Kementerian PU juga akan mengubah metode pelaksanaan pembangunan sabo dam untuk mengantisipasi risiko kerusakan konstruksi apabila terjadi erupsi maupun banjir susulan lahar dingin selama proses pengerjaan.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pengerjaan komponen konstruksi akan dilakukan terlebih dahulu di lokasi yang lebih aman sebelum dipasang secara bertahap di titik pembangunan alur sungai.
“Pola pengerjaannya harus kita ubah. Pekerjaan bisa dilakukan terlebih dahulu di luar titik sabo dam, di lokasi yang lebih aman dan tidak terlalu jauh. Setelah siap, baru secara bertahap dipasang ke titik pembangunan. Jadi, apabila terjadi erupsi atau banjir lahar dingin saat proses pengerjaan, risiko kerusakan terhadap hasil pekerjaan dan material yang sudah disiapkan bisa kita minimalkan,” ujar Menteri Dody.
Evaluasi metode ini menjadi bagian penting dari penataan pengendali sedimen guna melindungi pemukiman warga serta infrastruktur di sepanjang aliran sungai dari terjangan material vulkanik.
Di samping rencana jangka panjang tersebut, Kementerian PU melalui BBWS Brantas juga bergerak cepat melakukan penanganan tanggap darurat di tiga lokasi terdampak utama per 6 November 2026.
Penanganan tersebut mencakup perbaikan tanggul rusak sepanjang 45 meter di Sumbersari, pembuatan tanggul darurat dan pengalihan alur sungai 600 meter di Tempursari, serta pembangunan tanggul dan jalan darurat di Jugosari, Desa Sumberwuluh.





