bogortraffic.com, JAKARTA – Penanaman pohon menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memulihkan vegetasi lokal. Agar hasilnya bertahan, penanaman perlu dilakukan bersama masyarakat dan dipantau secara berkala.
Hal inilah yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui PNM Peduli dalam program Green Impact yang berfokus pada penghijauan dan pemulihan ekosistem di tujuh wilayah Indonesia.
Aksi penghijauan dalam rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026 ini mencakup wilayah Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, hingga Subang dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis, dan beringin.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya PNM menjaga kelestarian lingkungan bersama masyarakat. Baginya, keberhasilan penghijauan diukur dari pertumbuhan tanaman dan manfaatnya bagi lingkungan, bukan dari jumlah bibit yang ditanam.
“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Kindaris.
Penanaman ini juga menyasar kawasan lereng gunung seperti Gunung Raung di Banyuwangi dan Gunung Prau di Banjarnegara guna menjaga resapan air serta mencegah erosi. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara Herrina Indri Hastuti, menyebut pohon yang ditanam berperan menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, dan menyediakan oksigen.
Guna memastikan keberlanjutan program, PNM melakukan pemantauan berkala setiap enam bulan sekali untuk mengevaluasi pertumbuhan tanaman dan mengukur dampaknya bagi keseimbangan ekosistem serta masyarakat sekitar.





