bogortraffic.com, ISTANBUL – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, mendorong penguatan kolaborasi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemberdayaan wirausaha muda, dan perluasan akses pasar.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif. Hal tersebut disampaikan Wamendag Roro saat menjadi pembicara pada Sesi Panel 3 bertajuk “NextGeneration Convergence: AI, Youth Enterprise, and the OIC Digital Growth Frontier” dalam rangkaian B57+ Business Leaders’ Summit 2026 di Istanbul, Turki pada Minggu (1/11/2026).
Wamendag Roro menyoroti potensi besar bonus demografi Indonesia dan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menguasai teknologi digital.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital dengan populasi lebih dari 281 juta jiwa, didukung oleh 62,39 juta jiwa generasi milenial dan 57,64 juta jiwa generasi Z. Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan potensi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan usaha, dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian,” ujar Wamendag Roro.
Ia menjelaskan bahwa Kemendag mengedepankan empat langkah integratif untuk mendorong ekspor UMKM dan wirausaha muda, mulai dari platform InaExport, program Campuspreneur, pelatihan riset pasar digital, hingga penggunaan dokumen e-SKA. Selain itu, Roro turut mengusulkan agar pengalaman ASEAN dalam menyusun Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan perluasan QRIS lintas negara menjadi referensi bagi negara-negara OKI.
“Pengalaman ASEAN dalam pengembangan DEFA dapat menjadi salah satu referensi bagi negaranegara OKI dalam memperkuat kerja sama ekonomi digital. Kita perlu melihat bagaimana inisiatif digital di masing-masing negara dapat saling melengkapi sehingga mampu menciptakan kemudahan berusaha, memperlancar transaksi, dan memperluas perdagangan lintas batas,” jelas Wamendag Roro.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan harus senantiasa diimbangi dengan peningkatan literasi digital masyarakat secara luas.
“Teknologi dan AI seharusnya menjadi alat untuk membantu kita meningkatkan produktivitas. Kita perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki literasi dan kemampuan yang memadai untuk memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut,” tambahnya.
Wamendag Roro pun menegaskan pentingnya pertukaran pengalaman dan kolaborasi lintas negara demi mendorong nilai perdagangan OKI.
“Melalui kerja sama yang saling melengkapi, negara-negara anggota OKI diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan, memperkuat daya saing pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tutup Wamendag Roro.





