Pemerintah Susun Peta Jalan AI Nasional untuk Dorong Ekonomi dan Inovasi Digital

Masterclass AI bertajuk “Membangun Masa Depan Strategi Komunikasi Menggunakan AI” di Kompas Institute, Jakarta.

bogortraffic.com, BOGOR – Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Salah satu upaya kunci yang tengah dilakukan adalah penyusunan peta jalan AI nasional guna memastikan pengembangan dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan berjalan lebih terarah, terukur, dan berdaulat.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi digital Indonesia sekaligus melakukan mitigasi terhadap potensi risiko yang muncul akibat perkembangan AI yang begitu pesat.

Menurut proyeksi ekonomi, adopsi AI di Indonesia diperkirakan dapat memberikan kontribusi hingga USD 366 miliar atau sekitar 12 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030. Angka ini sejalan dengan tren global, di mana AI telah menyumbang sekitar USD 4,4 triliun per tahun terhadap perekonomian dunia.

Meski potensinya besar, posisi Indonesia dalam Global AI Index 2023 masih berada di peringkat 46 dari 62 negara, terutama karena keterbatasan infrastruktur digital dan kemampuan riset yang perlu diperkuat.

Melihat perkembangan strategis AI tersebut, Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) bekerja sama dengan AI Centre of Excellence (ACE) – Ardent Communications Filipina, menyelenggarakan lokakarya Masterclass AI bertajuk “Membangun Masa Depan Strategi Komunikasi Menggunakan AI” di Kompas Institute, Jakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang menyoroti dampak besar AI terhadap jurnalisme dan dunia kehumasan.

“Baik jurnalisme maupun public relations sama-sama bekerja dalam ranah komunikasi dan menyampaikan narasi kepada publik. Masa depan komunikasi bukan hanya ditentukan oleh teknologi, tapi juga oleh kemampuan manusia dalam mengendalikannya,” ujar Nezar Patria.

“Kesuksesan praktisi PR di masa depan akan ditentukan oleh dua hal: seberapa mahir kita menggunakan AI secara strategis, dan seberapa teguh kita memegang standar etika serta nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Ketua Umum APPRI 2024–2027, Sari Soegondo, menilai kebijakan pemerintah terkait pengembangan AI merupakan langkah progresif menuju tata kelola publik yang lebih efisien.

Ia menyebut, penetapan lima sektor prioritas AI nasional — yaitu layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan talenta, pengembangan kota pintar, dan keamanan pangan — membuka peluang besar bagi praktisi PR untuk berkontribusi dalam mendukung transformasi digital.

“Kebangkitan AI adalah titik transisi penting bagi dunia kehumasan. Kami ingin praktisi PR mampu menggunakan AI secara efektif dan bertanggung jawab, agar manajemen kerja dan hasilnya semakin kompetitif,” ujar Sari Soegondo.

Ia menambahkan, lokakarya ini menjadi wadah kolaborasi antara praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan komunikasi publik untuk memperkuat kapasitas SDM menghadapi era digital berbasis kecerdasan buatan.

Pembicara utama lokakarya, Dr. Hemant Gaule, seorang pakar komunikasi dari India, menekankan bahwa AI bukan pengganti manusia, melainkan alat bantu strategis.

“AI sebaiknya diperlakukan seperti intern di dunia PR — membantu banyak hal, tapi tetap butuh arahan, pengawasan, dan revisi sebelum hasilnya disampaikan ke klien,” jelas Hemant.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dalam penggunaan AI agar hasilnya tetap mencerminkan empati dan etika komunikasi.

Menurutnya, praktisi PR harus memperlakukan AI layaknya seorang pemimpin berbicara dengan timnya — menggunakan instruksi yang jelas, manusiawi, dan berbasis tujuan.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan praktisi PR dari berbagai organisasi kehumasan seperti Ikatan Pranata Humas (IPRA Humas), Forum Humas BUMN (FH BUMN), Himpunan Humas Hotel Indonesia (H3I), Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), Public Affairs Forum Indonesia (PAFI), serta Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM).

Selain itu, turut hadir akademisi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), perwakilan media, serta dukungan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Dengan semakin masifnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, Indonesia kini berada di titik penting untuk menentukan arah transformasi digitalnya.

Peta jalan AI nasional diharapkan menjadi pedoman strategis dalam memastikan teknologi ini digunakan untuk memperkuat daya saing bangsa, bukan sebaliknya.

Kegiatan seperti Masterclass AI yang digagas APPRI menjadi bagian penting dari upaya membangun kapasitas SDM komunikasi nasional yang adaptif, etis, dan berdaya saing global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan