bogortraffic.com, KULON PROGO – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Ia menekankan agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana dengan menjaga kualitas konstruksi serta standar keselamatan kerja.
“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, melainkan juga membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap dan inklusif. Kita ingin proyek ini tuntas dengan kualitas yang baik,” ujar Menko AHY.
Sekolah Rakyat Kulon Progo menjadi satu-satunya proyek Sekolah Rakyat di Provinsi DIY yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks terintegrasi. Berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare, kawasan ini akan dilengkapi asrama, kantin, sarana olahraga, hingga lapangan sepak bola.
Program ini adalah bagian dari tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat nasional di 104 lokasi. Pemerintah menanggung seluruh kebutuhan peserta didik, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, hingga buku. Dengan anggaran sekitar Rp214 miliar, sekolah ini ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik dari keluarga prasejahtera.
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai 38,9 persen. Meski terdapat deviasi sekitar 2 hingga 3 persen dari target awal, Menko AHY optimis ketertinggalan tersebut dapat dikejar oleh Kementerian PU dan kontraktor.
Saat ini, sebanyak 864 pekerja telah dikerahkan dan jumlahnya dimungkinkan bertambah. Optimalisasi alat berat juga terus dilakukan agar tahapan konstruksi berjalan lebih efisien. Menko AHY menilai konsep ini akan memberi ruang bagi anak-anak kurang mampu untuk berprestasi tanpa membebani orang tua.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” tegas Menko AHY.
Selain manfaat di sektor pendidikan, proyek ini diyakini menggerakkan perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja lokal, penggunaan material daerah, hingga peningkatan aktivitas UMKM di sekitar lokasi pembangunan.
“Pembangunan ini harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” tambah Menko AHY.
Menutup kunjungannya, Menko AHY meminta seluruh pihak tetap mengawal proyek ini dengan teliti agar target waktu tidak mengorbankan mutu bangunan.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ini harus kita jaga bersama sampai tuntas,” pungkas Menko AHY.






