bogortraffic.com, BOGOR – Selain terkenal dengan kuliner viralnya, Bogor juga memiliki sederet jajanan legendaris yang masih setia menjadi pilihan warga lokal.
Meskipun keberadaannya sering kali tertutup oleh gemerlap makanan baru yang mendominasi media sosial, jajanan ini tetap eksis dan menghadirkan rasa otentik yang tak berubah sejak puluhan tahun silam.
1. Molen Gang Selot: Kudapan Sederhana dengan Cita Rasa Istimewa
Gang Selot pernah mencuri perhatian publik sebagai pusat kuliner sehat di Bogor. Namun, di tengah kehebohan tersebut, ada satu penjual molen yang hampir terlupakan. Berlokasi tepat di samping SMA Negeri 1 Bogor, penjual molen ini telah berdiri sejak tahun 1979.
Keunikan dari molen yang dijual di sini terletak pada variasi isinya. Selain pisang, penjual ini juga menawarkan molen dengan isian talas, ubi, dan singkong. Dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 5.000 untuk empat buah molen, jajanan ini menjadi favorit banyak orang yang ingin mencicipi rasa tradisional di tengah arus modernisasi.
2. Es Krim Pak Doto: Rasa Klasik yang Tetap Dicari
Di tengah maraknya es krim kekinian, Es Krim Pak Doto masih menjadi andalan bagi warga sekitar Bogor. Berjualan sejak tahun 1970-an, Pak Doto menawarkan es krim dengan dua rasa klasik, durian dan cokelat, yang disajikan dalam himpitan roti jadul.
Berada di Jalan Sukasari 1 No.20, es krim ini tidak hanya menawarkan rasa yang lezat tetapi juga menyimpan kenangan masa lalu bagi banyak pelanggannya. Dengan harga mulai dari Rp 18.000, Es Krim Pak Doto tetap setia menemani hari-hari warga Bogor dengan cita rasa yang tak pernah berubah.
3. Oli Jepret: Jajanan Unik Berusia Hampir 100 Tahun
Salah satu jajanan tertua di Bogor yang masih bertahan hingga kini adalah Oli Jepret. Kudapan ini sudah ada sejak tahun 1928, dan dulunya dikenal sebagai camilan yang digemari pada masa penjajahan Belanda. Terbuat dari singkong yang ditumbuk halus, kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil berdiameter sekitar 3 centimeter, Oli Jepret memiliki tekstur lembut yang dibalut dengan kelapa sangrai dan gula pasir.
Jajanan ini dijual oleh pedagang pikulan di depan Delicious Bakery, dan banyak di antaranya yang sudah melestarikan usaha ini hingga tiga generasi. Meski kini jarang ditemukan, Oli Jepret tetap menjadi kenangan manis bagi mereka yang pernah mencicipinya.
Meskipun jajanan-jajanan ini tidak sepopuler makanan viral yang sering kita lihat di media sosial, mereka tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Bogor. Dengan cita rasa yang otentik dan sejarah panjang di baliknya, jajanan legendaris ini layak untuk dicicipi dan dilestarikan oleh generasi muda.






