bogortraffic.com, KOTA BOGOR– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat dengan membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa lokasi strategis. Sebanyak tiga aset lahan milik Pemkot Bogor disiapkan untuk dijadikan dapur MBG guna mengoptimalkan distribusi makanan bergizi bagi siswa.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan, pembangunan dapur MBG ini akan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Perumda Pasar Pakuan Jaya, yang dinilai memiliki lokasi potensial untuk dijadikan dapur umum.
Tiga Lokasi Strategis
Dedie memaparkan, salah satu lokasi yang akan dijadikan dapur MBG adalah Pasar Kebon Kembang, tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Blok F, Kecamatan Bogor Tengah. Di lokasi ini, terdapat satu lantai kosong yang menurutnya bisa dikembangkan menjadi dua hingga tiga dapur.
“Paling tidak, dari situ bisa melayani sekolah-sekolah di wilayah Bogor Tengah,” jelas Dedie, Selasa (21/4/2025).
Lokasi kedua adalah pasar di kawasan Pamoyanan, yang sepenuhnya merupakan aset milik Pemkot Bogor. Dapur MBG direncanakan akan segera dibangun di lokasi ini, dengan dukungan survei dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara lokasi ketiga berada di Pasar Tanah Baru. Dedie menyatakan bahwa proyek besar ini akan segera dieksekusi, menyusul lampu hijau dari BGN untuk menggunakan aset daerah sebagai dapur pelayanan makan bergizi.
Dedie menekankan bahwa proses ini memerlukan koordinasi antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, untuk menentukan jumlah siswa yang dapat dilayani dari tiap titik dapur.
“Diperlukan kejelasan berapa jumlah siswa yang bisa dilayani dari masing-masing dapur agar pendistribusiannya optimal,” ujarnya.
Menurut Dedie, masih banyak siswa di Kota Bogor yang belum mendapatkan manfaat dari program MBG. Dari data yang ada, setidaknya terdapat sekitar 120 ribu siswa dari jenjang TK hingga SMA, termasuk santri di pondok pesantren, yang seharusnya menjadi sasaran program.
Berdasarkan estimasi kasar, dibutuhkan 82 dapur agar seluruh siswa tersebut dapat terlayani dengan perhitungan satu dapur mampu melayani 3.000 siswa.
“Tahun ini, kami targetkan pembangunan 10 dapur terlebih dahulu sebagai langkah awal. Ini menjadi PR bersama kita semua untuk memastikan setiap anak di Bogor bisa menerima gizi yang layak,” pungkas Dedie.






