bogortraffic.com, BOGOR – Kondisi 444 jamaah haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam Kloter 10 JKS dilaporkan dalam keadaan sehat dan stabil di Tanah Suci. Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, tim kesehatan terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan seluruh jamaah tetap prima.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Indra Karmawan, menyatakan bahwa meskipun ada beberapa keluhan kesehatan, semuanya masih dalam kategori ringan dan terkendali.
Saat ini, pihak penyelenggara memfokuskan aktivitas jamaah di sekitar area perhotelan. Langkah ini diambil agar para jamaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menjalani rangkaian inti ibadah haji yang menguras fisik.
“Semua jamaah haji asal Bogor dalam keadaan terkendali. Keluhan seperti batuk, pilek, atau kelelahan akibat cuaca panas masih tergolong ringan,” ujar Indra, Jumat (15/5/2026).
Pengawasan Kesehatan Berkala
Tim kesehatan kloter secara rutin melakukan kunjungan kamar (visit) untuk memantau kondisi fisik jamaah satu per satu. Fokus utama tim saat ini adalah:
-
Pemantauan Rutin: Mengecek kondisi jamaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
-
Edukasi Istirahat: Mengimbau jamaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
-
Ibadah Mandiri: Menyarankan jamaah menjalankan ibadah di masjid yang tersedia di fasilitas hotel guna menghindari paparan panas matahari yang ekstrem.
Persiapan Puncak Haji
“Seluruh jamaah difokuskan di hotel, termasuk beribadah di masjid yang ada di area hotel. Hal ini dilakukan agar waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk istirahat maksimal sebelum puncak haji,” terang Indra.
Sebagai informasi, Kloter 10 JKS asal Kota Bogor telah diberangkatkan ke Tanah Suci sejak awal Mei 2026. Hingga saat ini, koordinasi antara petugas kloter dan kantor wilayah di Bogor terus terjalin untuk memberikan informasi terkini kepada pihak keluarga di tanah air.





