bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Kota Bogor hingga kini masih belum menemui kepastian. Program yang sebelumnya dijanjikan bergulir pada September 2025 itu belum juga diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Warga Kota Bogor pun menanti kejelasan waktu pelaksanaan, mengingat program tersebut digadang-gadang sebagai pengganti kegiatan Car Free Day (CFD) yang sudah lebih dulu berjalan.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mendesak Pemkot untuk segera menyosialisasikan rencana CFN, termasuk lokasi dan teknis pelaksanaannya.
“Paling tidak ada survei terlebih dahulu ke lokasi yang akan dijadikan tempat car free night, saya sepakat jika lokasinya ditinjau dulu,” ujar Adityawarman, Minggu (14/9).
Ia menegaskan dukungannya terhadap program ini, namun mengingatkan agar Pemkot tidak mengabaikan sejumlah aspek penting.
“Aspek lalu lintas jangan sampai terabaikan, jangan sampai pelaksanaan car free night menimbulkan kemacetan baru. Petugas harus stand by mengatur rekayasa lalu lintas ketika program ini diberlakukan,” jelasnya.
Selain itu, aspek keamanan dan kenyamanan warga juga disebut krusial, terlebih kegiatan dilaksanakan pada malam hari.
“Makanya survei lokasi jadi hal yang tidak boleh dilupakan,” tambah Adityawarman.
Politikus PKS tersebut juga menyebutkan CFN dapat memberi dampak positif bagi masyarakat, mulai dari kesehatan, wisata, hingga penguatan UMKM lokal.
“DPRD akan ikut mengawasi. Saya pastikan juga akan ikut terlibat saat pelaksanaan nanti. Ini program yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyatakan bahwa hingga kini rencana pelaksanaan CFN masih dalam tahap pembahasan internal.
“Masih pembahasan, ditunggu saja,” singkat Denny saat dikonfirmasi.





