Transaksi Muamalat DIN Melonjak Saat Ramadan 2026, Pembayaran Utilitas Naik 328 Persen

Aplikasi Muamalat DIN dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat lonjakan transaksi selama Ramadan–Idulfitri 2026. Pembayaran utilitas naik 328%, transaksi QRIS tumbuh 52%, dan top-up e-wallet naik 4%

bogortraffic.com, BOGOR– Penggunaan fitur aplikasi mobile banking milik Bank Muamalat Indonesia, Muamalat DIN, mengalami peningkatan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriyah/2026. Lonjakan ini didorong oleh tingginya kebutuhan transaksi masyarakat selama periode tersebut.

“Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum yang mendongkrak daya beli masyarakat. Oleh karenanya, kami mengoptimalkan layanan Muamalat DIN dengan beragam fitur unggulan untuk transaksi berbagai kebutuhan dari mana saja dan kapan saja secara real-time,” kata Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi.

Bacaan Lainnya

Pembayaran Utilitas Dominasi Transaksi

Data Bank Muamalat menunjukkan, kontributor terbesar transaksi berasal dari layanan pembayaran utilitas, QRIS, dan top up dompet digital.

Pembayaran utilitas seperti listrik, air, dan internet melonjak hingga 328%. Kenaikan ini dipicu kemudahan transaksi melalui smartphone tanpa perlu antre di bank atau ATM, serta meningkatnya literasi keuangan syariah yang mendorong penggunaan metode cashless.

QRIS dan Top Up Digital Ikut Tumbuh

Transaksi menggunakan QRIS tercatat tumbuh 52% dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya, menandakan semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai di berbagai merchant.

Sementara itu, transaksi top up dompet digital meningkat sekitar 4%. Kemudahan dan fleksibilitas layanan menjadi alasan utama, terutama saat periode mudik Lebaran.

Perkuat Fitur dan Inovasi Digital

Untuk meningkatkan daya saing, Muamalat DIN kini memiliki 315 fitur yang mencakup kebutuhan finansial, gaya hidup, hingga spiritualitas.

Bank Muamalat juga menghadirkan pengajuan pembiayaan Solusi Emas Hijrah secara daring melalui aplikasi tersebut. Inovasi ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda serta memperluas portofolio pembiayaan emas syariah.

Ricky menegaskan, inovasi akan terus dilakukan mengingat lebih dari 92% transaksi nasabah kini telah beralih ke kanal digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan