bogortraffic.com, BOGOR– JF3 Fashion Festival 2025 menorehkan sejarah dengan menghadirkan tiga desainer ternama dari Korea Selatan yang memukau penonton.
Acara yang digelar pada 24–27 Juli di Gafoy, La Piazza, Mall Summarecon Kelapa Gading, mencapai puncaknya pada Sabtu, 26 Juli 2025, dengan panggung yang menjadi saksi kolaborasi artistik lintas budaya Indonesia-Korea.
Tiga desainer kenamaan Korea yang tampil adalah Choi Chung-hoon (Doucan), Junebok Rhee (Re Rhee), dan Baik Juhee (Reonve). Mereka menampilkan koleksi eksklusif yang penuh makna, mencerminkan narasi personal, budaya, serta komitmen terhadap keberlanjutan.
Sebelum pertunjukan dimulai, momen penting terjadi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Busan Fashion Week (Korea Selatan) dan JF3 Fashion Festival (Indonesia).
Kesepakatan ini menandai komitmen bersama untuk mempererat kolaborasi industri fashion kedua negara. Dalam MoU tersebut, disepakati bahwa setiap tahunnya, tiga desainer terbaik dari masing-masing negara akan mendapatkan akses eksklusif untuk tampil di panggung fashion negara mitra.
Koleksi Re Rhee yang bertajuk ‘This Appearance : Disappearance’ membuka panggung dengan koleksi musim semi/panas 2025. Koleksi ini mengeksplorasi terbentuknya dan lenyapnya mode secara sementara, serta keberadaan dan hilangnya esensi di baliknya.
Terinspirasi dari paradoks bahwa kemegahan masa kini pada akhirnya akan memudar, koleksi ini menampilkan 20 tampilan yang menegaskan komitmen Re Rhee terhadap keberlanjutan melalui material ramah lingkungan dan desain abadi yang menolak tren musiman.
Penampilan berikutnya, Doucan dengan koleksi bertema ‘Rekonstruksi Memori’, menjadi ode artistik terhadap perjalanan kreatif desainer Choi Chung-hoon. Koleksi ini menghadirkan siluet elegan dengan motif etnik berwarna emas dan merah, disusun dari cetakan tangan yang memukau serta tassel dari wig daur ulang yang memberikan kesan dramatis.
Choi Chung-hoon mengaku terinspirasi oleh keindahan batik Indonesia dan berencana melihat lebih banyak motif batik selama kunjungannya. Penampilannya juga diperkaya dengan video avatar 3D dan musik yang diciptakan oleh komposer K-Pop terkenal.
Koleksi ketiga adalah karya Baik Juhee melalui brand Reonve, bertema ‘Whisper of Heritage’. Koleksi ini menangkap perpaduan halus keindahan tradisional Korea dalam ritme kehidupan wanita modern.
Berbagai tekstur kain dihiasi dengan detail tradisional seperti bordir, quilting, dan patchwork Korea.
Reonve menunjukkan komitmennya pada mode berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama pengrajin hanbok di musim sepi mereka dan mengolah kembali sisa kain sutra dari merek lain menjadi potongan busana seni unik.
“Ini menciptakan sistem produksi sirkular yang meminimalkan limbah sambil merayakan reinterpretasi kreatif,” ungkap Baik Juhee.



