Pembangunan jalan layang ini bertujuan untuk mengatasi kondisi tersebut dengan melakukan perubahan geometrik jalan agar sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan kenyamanan lalu lintas.
“Selain dapat memperbaiki kondisi geometrik jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan, diharapkan juga dapat mempercepat waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Jalan Elevated Maros–Bone dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan sepanjang 1,624 km dengan dua jembatan sepanjang 400 meter. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp138,5 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Dengan menggantikan tikungan tajam, jalan layang ini diharapkan dapat memangkas jarak tempuh, meningkatkan kenyamanan dan keamanan lalu lintas, serta mempermudah distribusi barang dan jasa.
Hal ini khususnya penting bagi angkutan logistik yang menghubungkan Makassar–Bone serta kabupaten lain di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, seperti Sinjai, Soppeng, Wajo, Kendari, dan Kolaka.
Jalan Elevated Maros–Bone juga diharapkan menjadi daya tarik wisata seperti Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat, mengingat lokasinya yang berada di jalur menuju kawasan wisata Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.





