bogortraffic.com, JAKARTA – Garuda Indonesia Group mencatatkan sinyal pemulihan yang semakin solid pada awal tahun 2026. Fase turnaround kinerja ini didorong oleh rapor hijau anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), serta lonjakan penumpang Citilink yang memecahkan rekor sejarah pada periode Idulfitri 1447 H.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, GMFI membukukan pendapatan sebesar USD 491,9 juta (Rp8,25 triliun) atau tumbuh 16,8% (YoY). Laba perusahaan juga meningkat 26,3% menjadi USD 33,9 juta (Rp570 miliar), yang mempertegas perbaikan fundamental operasional grup dalam menjaga kesiapan armada.
Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyatakan bahwa capaian ini adalah buah dari disiplin operasional dan finansial yang konsisten di tengah tantangan rantai pasok global.
“Ini merupakan sinyal kembalinya momentum pertumbuhan GMFI serta meningkatnya kepercayaan pasar melalui kinerja lebih sehat dan disiplin eksekusi,” ujar Andi Fahrurrozi.
Penguatan fundamental ini membawa dampak positif pada posisi perusahaan di pasar modal. Saham GMFI resmi keluar dari daftar Efek Pemantauan Khusus efektif per 31 Maret 2026, menyusul saham GIAA yang telah lebih dahulu keluar pada 26 Maret 2026.
Keberhasilan ini didukung oleh aksi korporasi inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang membuat ekuitas perseroan kembali positif. Selain itu, lini bisnis non-pesawat komersial melalui SBU Defense Industry dan Power Services tumbuh pesat sebesar 59,9% (YoY).
Selaras dengan pemulihan teknis di GMF, kinerja operasional penerbangan Garuda Indonesia Group juga mencapai titik tertinggi pada musim Lebaran 1447 H. Citilink berhasil memecahkan rekor jumlah penumpang harian tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya.
Pada 29 Maret 2026, Citilink mengangkut 48 ribu penumpang dalam satu hari. Secara total, Garuda Indonesia Group menerbangkan 1,1 juta penumpang selama periode 14–29 Maret 2026. Tidak hanya volume, kualitas layanan juga meningkat tajam dengan tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) mencapai 92,08%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Memasuki tahun 2026, GMFI berencana melanjutkan optimalisasi reaktivasi armada dan perluasan pasar internasional. Kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan juga akan diperkuat untuk meningkatkan kontribusi pada sektor industri pertahanan nasional.
Kombinasi antara kesiapan armada yang prima, utilisasi yang tinggi, serta kepercayaan pasar yang pulih menempatkan Garuda Indonesia Group pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan di ekosistem aviasi nasional.





