Tembus Pasar Global, Pertamina Boyong 7 UMK Mitra Binaan ke CAEXPO 2026 di Tiongkok

Pertamina boyong tujuh UMK mitra binaan ke ajang CAEXPO 2026 di Tiongkok untuk perluas akses pasar internasional.

bogortraffic.com, NANNING – PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen mendorong Usaha Mikro dan Kecil (UMK) lokal untuk go internasional. Komitmen ini diwujudkan dengan memfasilitasi tujuh UMK mitra binaan dalam ajang The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Guangxi, Tiongkok, pada 17–21 September 2026.

Keikutsertaan UMK mitra binaan Pertamina tersebut bertujuan membuka jejaring pasar global serta mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon pembeli dari Tiongkok dan kawasan ASEAN.

Bacaan Lainnya

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Arianto Surojo, menyambut positif partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam pameran perdagangan terkemuka ini.

“CAEXPO merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada pasar Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan untuk menjaring calon pembeli, menginisiasi hubungan bisnis, serta membangun kontrak kerja sama jangka panjang sehingga hasilnya tidak berhenti pada transaksi satu kali,” ujar Arianto.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pendampingan dan fasilitasi pameran luar negeri menjadi langkah nyata Pertamina dalam mengawal UMK binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing global.

“Pertamina terus mendorong UMK mitra binaan melalui peningkatan kapasitas usaha, penguatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar. Kami berharap keikutsertaan dalam CAEXPO 2026 dapat memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan,” ujar Baron.

Tujuh UMK yang diboyong Pertamina membawa ragam produk unggulan, mulai dari keripik tempe Kritebar (H&G Makmur), kitchenware kayu jati bersertifikat SVLK (Jati Alasku), permainan edukatif (Puzzle IQ Jogja), kerajinan rotan (Rindik ArtShop), sapu rayung (Sakoda Broom), kerajinan kerang (IndsCraft), hingga produk olahan kelapa dan minuman jahe (PT Agriutama Mandiri Indonesia Jaya).

Program pemberdayaan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 8 dan SDG 9) serta mendukung Asta Cita dalam memajukan kewirausahaan dan industri kreatif nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan