bogortraffic.com, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri selaku Alternate ASEAN Co-Chair memimpin Pertemuan ke-5 Para Menteri Negara Anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bersama anggota parlemen Selandia Baru, Shane Reti. P
ertemuan tersebut digelar di Pasay City, Filipina, Senin (21/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) ke-58.
Dalam forum tersebut, Wamendag Roro menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarnegara anggota agar asas manfaat RCEP dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha, khususnya pelaku UMKM.
“Segenap anggota RCEP perlu terus berupaya memperkuat kerja sama dan meningkatkan pemanfaatan RCEP agar perjanjian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, termasuk UMKM. Untuk itu, Indonesia mendorong seluruh negara peserta RCEP untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi guna membangun kesadaran dan mendorong pemanfaatan berbagai manfaat yang tersedia dalam RCEP,” jelas Wamendag Roro.
Menurut Wamendag Roro, RCEP menjadi fondasi vital dalam memperdalam integrasi ekonomi kawasan, memperkuat investasi, dan mempertahankan sistem perdagangan internasional yang terbuka serta adil.
Para menteri yang hadir menyambut baik peluncuran situs web resmi RCEP guna meningkatkan transparansi informasi publik. Selain itu, forum mencatat perkembangan proses aksesi bagi calon anggota baru seperti Bangladesh, Chile, Hong Kong, China, dan Sri Lanka.
Wamendag Roro turut membeberkan progres pembentukan kantor sekretariat permanen RCEP yang berkedudukan di Indonesia.
“Pertemuan juga mencatat kemajuan dalam pembentukan Sekretariat RCEP permanen di Indonesia dan mendorong RJC untuk melanjutkan pembahasan rancangan Terms of Reference (TOR) serta persiapan lainnya. Para menteri juga mendorong negara peserta RCEP untuk terus mengimplementasikan komitmen yang masih dalam proses penyelesaian serta mendorong ASEAN untuk mengoptimalkan pemanfaatan dukungan kerja sama ekonomi dan teknis,” ujar Wamendag Roro.





