bogortraffic.com, CIBINONG – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan para atlet guna menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026 di Bandung.
Latihan rutin dan try out digencarkan untuk mengasah mental serta performa bertanding.
Cabang olahraga para tenis meja menyiapkan 24 atlet yang terdiri dari 21 atlet daksa dan 3 atlet tunanetra. Pelatih kepala para tenis meja NPCI Kabupaten Bogor, Budi Wahyono, mengungkapkan latihan rutin digelar setiap Senin hingga Jumat dari pagi hingga sore hari.
“Kami sudah mempersiapkan 24 atlet untuk bertanding pada Peparda 2026 di Bandung nanti, yang terdiri dari 21 atlet daksa dan tiga atlet tunanetra,” ujar Budi.
“Target kami di cabang olahraga para tenis meja adalah menjadi juara umum, dengan target meraih 12 medali emas pada ajang Peparda ini,” katanya.
Budi turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor yang memfasilitasi tempat latihan serta kelengkapan sarana prasarana.
“Dukungan dari Bupati Bogor luar biasa. Kami diberikan venue untuk tempat latihan dengan fasilitas enam meja di Stadion Pakansari, serta berbagai fasilitas lainnya, termasuk peralatan, pakaian, dan perlengkapan pendukung lainnya,” ungkapnya.
Optimisme senada disampaikan atlet para tenis meja, Aprilia, yang memfokuskan porsi latihannya sepanjang September hingga November.
“Persiapan kita dari bulan September sampai November, kita full latihan dari hari Senin sampai hari Jumat. Target saya, bismillah, dua emas di event tahun ini,” ujar Aprilia.
Sementara itu, cabang olahraga catur juga tengah menggembleng 14 atlet. Usai melakoni try out pada ajang Piala Panglima di Bandung, tim catur kini fokus menatap target besar.
Manajer Catur NPCI Kabupaten Bogor, Agus Priyanto, menjelaskan bahwa evaluasi hasil try out menjadi modal penting menghadapi persaingan ketat dari daerah lain.
“Alhamdulillah, prestasi yang kami raih cukup memuaskan. Namun, ini bukan menjadi kebanggaan bagi kami karena ajang tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Peparda yang juga akan dilaksanakan di Bandung,” jelasnya.
“Fokus utama kami adalah berlatih. Berlatih dan terus berlatih. Karena sehebat apa pun seorang atlet, tanpa latihan saya rasa tidak akan bisa meraih juara dalam sebuah event seperti Peparda,” katanya.
Tim catur dipatok target tinggi untuk membawa pulang 14 medali emas pada ajang olahraga terakbar tingkat provinsi tersebut.
“Alhamdulillah, kami diberikan target 14 medali emas. Target ini memang sangat berat, tetapi menjadi acuan sekaligus cambuk bagi kami untuk berusaha meraih medali tersebut,” ujarnya.
“Alhamdulillah, dukungan dari Bupati terhadap NPCI dan para atlet sangat antusias. Saya sangat senang, terutama dengan dukungan dari Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bogor, serta Ketua NPCI beserta seluruh pengurusnya,” tuturnya.
Agus berharap pemenuhan fasilitas dan perhatian terhadap para atlet disabilitas dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
“Harapan kami, para atlet NPCI mendapatkan perhatian khusus, terutama dari sisi kesehatan dan kesejahteraan. Itu yang sangat kami harapkan kedepannya,” pungkas Agus.





