Cetak Wirausaha Berdaya Saing, Menteri Maman Dorong Penguatan Inkubator Kampus

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dorong penguatan lembaga inkubator kampus untuk lahirkan wirausaha berdaya saing dan berkualitas.

bogortraffic.com, SURABAYA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat peran lembaga inkubator sebagai ujung tombak pembinaan usaha.

Langkah ini dinilai strategis untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang kokoh demi mencapai target hadirnya 10 juta pelaku usaha baru di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Menteri Maman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Jawa Timur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (23/9/2026).

“Kenapa harus inkubator? Karena kita membutuhkan perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terstruktur, sistematis, terintegrasi, serta berkelanjutan,” kata Menteri Maman.

Guna menjembatani komersialisasi hasil riset dan inovasi akademisi, Kementerian UMKM terus mempererat kolaborasi dengan sektor perguruan tinggi.

“Kita ingin inovasi yang dihasilkan kampus ke depan bisa dikomersialkan, masuk ke industrialisasi, dan dimanfaatkan masyarakat,” kata Menteri Maman.

Ia menekankan bahwa pendampingan berkesinambungan melalui lembaga inkubator sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional untuk mengejar rasio kewirausahaan sebesar 8 persen pada 2045.

“Tidak mungkin kita melakukan pembinaan kalau tidak berkesinambungan dan berkelanjutan. Karena itu, kita bersama-sama dengan kampus menghidupkan inkubator. Mudah-mudahan dari kebijakan ini lahir usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tutur Menteri Maman.

Menteri Maman menambahkan, penguatan kapasitas melalui inkubator harus berjalan seiring dengan akses permodalan seperti KUR serta jaminan kualitas produk agar mampu menembus pasar global.

“Catatan pertama kalau kita bicara ekspor adalah kualitas. Produk lokal kita tidak kalah kualitasnya. Sekarang kami bersama Kementerian Perdagangan terus membuka akses agar produk-produk Indonesia, termasuk dari Jawa Timur, dapat masuk ke pasar internasional,” kata Menteri Maman.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati menegaskan kesiapan civitas akademika dalam mengawal kapabilitas teknis dan inovasi para pelaku UMKM.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi perguruan tinggi untuk berperan sebagai enabler teknologi, desain, dan inovasi bagi UMKM. Kami siap mendukung upaya pemerintah untuk menaikkan level UMKM sehingga menjadi pemeran utama kemandirian ekonomi bangsa,” ujar Bambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan