bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggelar kegiatan ‘Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026’ di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Forum ini menjadi sarana penyesuaian serta peninjauan ulang terhadap dinamika pelaksanaan program di lapangan agar tetap memuat output dan target yang relevan.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan arahan tersebut di hadapan 150 peserta yang terdiri dari jajaran TEP serta reviewer proposal dari 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra Kementrans.
“Program-program ini perlu ditelaah secara holistik karena menyangkut banyak aspek. Dinamika program bisa terjadi karena alasan kondisi sosial dan faktor lain sehingga perlu kajian lebih lanjut,” kata Viva Yoga.
Ia menegaskan bahwa penyesuaian yang terjadi akibat kondisi lapangan harus disepakati secara objektif demi menjaga mutu pendampingan di 53 kawasan transmigrasi.
“Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi keputusan bersama,” ujar Viva Yoga.
“Dari kegiatan ini Saya harap ada pandangan baru,” tuturnya.
Melalui sinergi akademisi lintas disiplin ilmu dari perguruan tinggi ternama, Kementrans optimistis hadirnya program TEP mampu memicu pertumbuhan pusat ekonomi baru berbasis inovasi dan industrialisasi di daerah transmigrasi.
“Di lapangan membuktikan ketika ada manusia-manusia unggul di kawasan transmigrasi di sana ada transfer ilmu pengetahuan, semangat, energi, inovasi, kreasi, dan memberikan nilai yang berbeda dari sebelumnya,” ujarnya.





