bogortraffic.com, JAKARTA – Menyambut Bulan Kesadaran Alzheimer Dunia pada September ini, Siloam International Hospitals bersama Roche Diagnostics Indonesia resmi meluncurkan layanan pemeriksaan biomarker darah pTau 181 Plasma.
Inovasi ini dihadirkan untuk mendukung deteksi serta penegakan diagnosis dini penyakit Alzheimer di Indonesia.
Langkah ini diambil saat Indonesia tengah memasuki era aging population, di mana populasi lansia telah melebihi 10% dan risiko kasus demensia terus meningkat.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menyampaikan bahwa inovasi medis ini memberikan kemudahan evaluasi klinis yang lebih komprehensif bagi dokter dan pasien.
”Seiring Indonesia memasuki era aging population, kebutuhan terhadap deteksi dan penanganan gangguan kognitif yang tepat menjadi semakin penting. Bagi Siloam, inovasi harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi pasien dan mendukung dokter melalui informasi klinis yang lebih komprehensif untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasien secara lebih tepat. Melalui kolaborasi dengan Roche, kami menghadirkan pemeriksaan pTau 181 Plasma sebagai salah satu inovasi diagnostik yang dapat mendukung evaluasi penyakit Alzheimer secara lebih minim invasif. Dengan pemahaman yang lebih dini dan komprehensif mengenai kondisi pasien, kami berharap pemeriksaan ini dapat membantu menghadirkan kejelasan dan keyakinan dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bersama dokter,” ujar dr. Grace, Rabu (9/9/2026).
Pemeriksaan pTau 181 Plasma menawarkan prosedur yang minim invasif. Pasien cukup menjalani pengambilan sampel darah dari pembuluh vena, tanpa harus melewati prosedur rumit seperti lumbar puncture (pengambilan cairan otak) atau PET Scan.
Director Diagnostics Division PT Roche Indonesia, Lee Poh Seng, menambahkan bahwa tes ini dirancang untuk mempermudah alur evaluasi medis sejak tingkat awal.
”Roche percaya bahwa inovasi diagnostik adalah kunci utama untuk mentransformasi alur perawatan pasien. Tes pTau 181 Plasma dirancang untuk membantu para dokter dan spesialis neurologi dalam melakukan evaluasi awal penyakit Alzheimer secara lebih efisien. Sinergi dengan Siloam International Hospitals memastikan teknologi berstandar global ini dapat diakses oleh masyarakat luas di Indonesia, guna mempercepat kepastian bagi tenaga medis dan keluarga. Hal ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan Roche untuk terus menghadirkan inovasi diagnostik berstandar global dan membuka akses seluas-luasnya bagi pasien di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” kata Lee Poh Seng.
Sementara itu, Dokter Spesialis Neurologi dan Subspesialis Neurogeriatri & Demensia Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Rocksy Fransisca V. Situmeang, Sp.N, SubSp.N.G.D.(K), mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pikun berat sebagai hal yang wajar.
”Sering kali Alzheimer baru terdeteksi saat kerusakan sel otak sudah terlanjur parah dan sulit diperbaiki. Hadirnya tes darah pTau 181 Plasma memberikan kita kesempatan emas untuk mendeteksi Alzheimer lebih awal sebelum gejala memburuk. Penurunan daya ingat yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Karena itu, masyarakat, khususnya keluarga yang mendampingi lansia dengan gejala penurunan daya ingat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai. Pemeriksaan yang dilakukan pada waktu yang tepat dapat membantu pasien dan keluarga memahami kondisi yang dihadapi serta menentukan langkah penanganan selanjutnya bersama dokter,” paparnya.





