LPBINU Jawa Barat Gelar Pelatihan Pemetaan Digital dan Pengumpulan Data di Bogor

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan Pemetaan Digital dan Pengumpulan Data Lapangan di Kelurahan Cisarua dan Desa Citeko, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 13 hingga 15 September 2024, bertempat di Hotel Santo Djaya, Cisarua. (Foto: Dok. NU Online Jabar)

bogortraffic.com, CISARUA- Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan Pemetaan Digital dan Pengumpulan Data Lapangan di Kelurahan Cisarua dan Desa Citeko. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 13 hingga 15 September 2024, di Hotel Santo Djaya, Cisarua.

Manajer Program, Imam S Faisal, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat dokumen Kajian Risiko Bencana yang telah dibuat secara partisipatif oleh masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pemetaan partisipatif berbasis digital merupakan pendekatan penting untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam mengurangi dampak bencana,” ungkapnya.

Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat aktif dalam menilai, menganalisis, mengelola, dan mengevaluasi upaya pengurangan risiko bencana. Dengan pemetaan yang disediakan secara digital, informasi akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Imam juga menekankan komitmen CRS melalui program KUAT untuk mendukung pelatihan dan pemetaan risiko bencana partisipatif berbasis digital dan open source bagi pemerintah kelurahan/desa serta masyarakat, agar memiliki informasi kebencanaan yang akurat.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta, termasuk perwakilan dari FPRB Desa Citeko dan Kelurahan Cisarua, pemerintah desa, BPBD, Dinas Sosial Kabupaten Bogor, serta organisasi lainnya. Peserta yang terlibat dalam pelatihan pemetaan digital merupakan surveyor dari berbagai latar belakang, termasuk kader lokal.

Pengumpulan data lapangan dilaksanakan selama dua hari, dengan fokus pada survei WQS dan rekonfirmasi hasil pemetaan digital. Validasi dan finalisasi hasil pemetaan akan dilakukan bersama perwakilan kelurahan dan kelompok masyarakat lainnya. Hasil pemetaan digital nantinya akan diseminasi melibatkan BPBD, Dinas Sosial, dan perwakilan kecamatan.

Ketua LPBINU Jawa Barat, Dadang Sudardja, menambahkan bahwa tujuan utama dari pemetaan digital ini adalah untuk memastikan peserta mampu mengumpulkan, menginput, dan menyajikan data kebencanaan guna membantu pemerintah kelurahan/desa meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana.

Beberapa indikator yang diharapkan tercapai dari pelatihan ini antara lain: tersedianya informasi akurat untuk pemetaan partisipatif, peningkatan perhatian pada kajian risiko bencana, dukungan terhadap teknik pemetaan partisipatif, serta validasi dan finalisasi hasil pemetaan digital.

Kegiatan pelatihan ini difasilitasi oleh instruktur profesional dari Yayasan Efiq Jakarta, sebuah lembaga yang berpengalaman dalam bidang pemetaan digital. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana di wilayah mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan