Dorong Pengembangan SDM Industri, Kemenperin Resmikan fasilitas vokasi baru

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) berfoto bersama siswa SMA-SMAK di Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024). (Foto: Dok. Ist)

bogortraffic.com, BOGOR- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka gedung baru pendidikan vokasi SMK-SMAK di Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/9), guna mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang berkualitas dan berdaya saing. Gedung ini diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang akan melahirkan tenaga kerja terampil untuk menghadapi tantangan global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara peresmian tersebut menyampaikan bahwa fasilitas pendidikan vokasi ini berdiri di atas lahan seluas 35 ribu meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 17 ribu meter persegi. Gedung ini mampu menampung hingga 1.600 siswa.

Bacaan Lainnya

“Dengan kapasitas besar, gedung ini akan menjadi pusat pendidikan vokasi yang membentuk generasi penerus bangsa yang terampil, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Agus.

Agus menjelaskan bahwa produktivitas tenaga kerja nasional masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, sekitar 55 persen dari angkatan kerja di Indonesia masih memiliki latar belakang pendidikan SMP ke bawah, yang menunjukkan rendahnya daya saing SDM di sektor industri.

“Rendahnya daya saing SDM masih menjadi isu strategis dan tantangan yang perlu diambil langkah perbaikan,” tambah Agus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan vokasi di Bogor ini merupakan salah satu jawaban untuk mendorong pengembangan SDM berkualitas di sektor industri.

“Diharapkan SMK-SMAK Bogor dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dan kompeten yang siap bekerja di berbagai industri,” jelas Masrokhan.

Dengan gedung baru ini, Kemenperin berharap dapat memacu produktivitas dan inovasi, sehingga meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan