Satlantas Polres Bogor Gelar Operasi Zebra Lodaya 2025, Ini 13 Pelanggaran yang Disasar

Satlantas Polres Bogor resmi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2025 pada 17–30 November, menyasar 13 pelanggaran lalu lintas untuk menekan kecelakaan dan fatalitas.

bogortraffic.com, BOGOR — Jajaran Satlantas Polres Bogor menggelar apel sebagai penanda dimulainya Operasi Zebra Lodaya 2025. Operasi penegakan disiplin berlalu lintas ini digelar mulai 17 hingga 30 November 2025 guna mewujudkan keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini menyasar 13 target pelanggaran, mulai dari pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara dan pengendara di bawah umur. Selain itu, turut diperiksa pengendara motor bonceng tiga, tidak menggunakan helm SNI, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, hingga melebihi batas kecepatan.

Bacaan Lainnya

Untuk kendaraan roda empat, penindakan dilakukan terhadap pengemudi yang tidak menggunakan safety belt, membawa muatan berlebih, hingga melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Sasaran operasi juga mencakup pelajar/mahasiswa, komunitas otomotif roda dua maupun roda empat, serta pemilik jasa angkutan barang.

KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, menjelaskan bahwa penindakan selama Operasi Zebra terbagi dalam tiga kategori, yaitu preemtif, preventif, dan represif.

Ia menerangkan, dalam penindakan preemtif, pihaknya melakukan sosialisasi atau imbauan. Sementara penindakan preventif dilakukan melalui kegiatan penjagaan pagi dan sore di titik-titik rawan.

Sedangkan penindakan represif dilakukan ketika ditemukan adanya pelanggaran kasat mata selama operasi berlangsung.

“20 persen kegiatan refresif itu dengan 95 persen e-TLE, dan 5 persen tilang manual. Makanya, kalau menemukan pelanggaran kasat mata maka langsung dilakukan penindakan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Selain razia yang dilakukan secara stasioner, personel juga akan melaksanakan patroli preventif di sejumlah ruas jalan. Dengan upaya ini, pihak kepolisian berharap masyarakat semakin tertib, baik dalam berkendara maupun dalam administrasi kendaraan.

Ardian menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya adalah untuk mengurangi pelanggaran dan menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“Jadi mohon untuk selalu kedepankan keselamatan dalam ketertiban berlalu lintas,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan