bogortraffic.com, BOGOR- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor melaporkan ribuan sekolah, baik jenjang SD maupun SMP, berada dalam kondisi rusak. Pendataan ini dilakukan atas permintaan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin memastikan tidak ada lagi sekolah rusak di Indonesia.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari, menjelaskan bahwa kerusakan sekolah terbagi dalam tiga kategori: rusak ringan, sedang, dan berat. Berikut data rinci yang dilaporkan:
- Sekolah Dasar (SD):
- Rusak ringan: 3.800 unit
- Rusak sedang: 1.700 unit
- Rusak berat: 1.100 unit
- Sekolah Menengah Pertama (SMP):
- Rusak ringan: 697 unit
- Rusak sedang: 192 unit
- Rusak berat: 85 unit
Rencana Perbaikan dalam Lima Tahun
Menanggapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berencana melakukan rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah menggunakan anggaran APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Presiden Prabowo meminta data sekolah rusak karena beliau ingin memastikan bahwa tidak ada lagi sekolah rusak di Indonesia,” kata Nina, Senin (11/11/2024).
Dinas Pendidikan menargetkan dalam waktu lima tahun ke depan, seluruh sekolah rusak di Kabupaten Bogor dapat diperbaiki.
Dampak pada Kualitas Pendidikan
Kondisi sekolah yang rusak menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu kualitas dan kuantitas pendidikan di daerah tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor masih rendah, yakni 8,37 tahun, setara dengan tingkat pendidikan SMP.
“Kami berharap perbaikan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan turut menaikkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor,” tambah Nina.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan rehabilitasi agar program berjalan efektif dan transparan. Dengan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan seluruh anak di Kabupaten Bogor dapat belajar dalam lingkungan yang layak dan aman.





