PJ Bupati Bogor Sambut Kunker Spesifik Komisi VIII DPR RI Bahas Kesejahteraan Lansia

PJ Bupati Bogor, Asmawa Tosepu saat menerima Kunker spesifik Komisi VIII DPR RI di Gedung Sentra Terpadu Inten Suewono (STIS), Rabu (18/6/2024). (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

bogortraffic.com, CIBINONGPJ Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, menerima kunjungan kerja (kunker) spesifik Komisi VIII DPR RI di Gedung Sentra Terpadu Inten Suewono (STIS) pada Rabu (18/6/24).

Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Berita Lainnya

Dalam sambutannya, Asmawa Tosepu menyampaikan terima kasih kepada tim Komisi VIII DPR RI yang hadir di Kabupaten Bogor.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada tim, yang sudah meluangkan waktu untuk bersama-sama mendiskusikan serta menyerap aspirasi kesejahteraan masyarakat lanjut usia,” ujar Asmawa.

PJ Bupati Bogor menekankan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, sehingga jumlah masyarakat lanjut usia juga besar.

“Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat lanjut usia dalam hal pelayanan dan kebutuhan dasar. Tentu guna tercapainya komitmen tersebut kami sangat membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak,” lanjutnya.

Kunker spesifik ini dipimpin oleh MY. Esty Wijayati dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), didampingi oleh I Komang Koheri dari Fraksi PDIP dan Siti Dewi dari Fraksi Golkar.

Dalam sambutannya, Esty Wijayati menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyerap dan mendengar aspirasi terkait rencana revisi undang-undang tentang kesejahteraan lansia, yang belum direvisi sejak 1998.

“Kami hadir di sini untuk melakukan penyerapan serta mendengarkan aspirasi terkait rencana kami merevisi undang-undang tentang kesejahteraan lansia. Aturan tersebut sudah sangat lama belum ada revisi, yaitu sejak 1998 tentu kondisinya sudah berbeda,“ jelas Esty.

Selain itu, Esty juga memberikan gambaran perkembangan jumlah lansia di Indonesia, yang terus meningkat dari 5,4 persen pada 1980 menjadi 10,6 persen pada 2020, dan diprediksi mencapai 16,5 persen pada 2035 serta mendekati 20 persen pada 2045.

“Kondisi ini perlu perhatian khusus,” tambahnya.

Selain berdiskusi, kegiatan kunker juga diwarnai dengan peninjauan layanan di Sentra Terpadu Intan Soeweno dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan