bogortraffic.com, BOGOR — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade. Putranya, Al Ridwan atau yang akrab disapa Dede Ridwan (23), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Leuwiliang, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Minggu (1/2/2026) malam.
Korban sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD Leuwiliang pada Senin (2/2/2026) subuh.
Perwakilan keluarga sekaligus kakak tertua Jaro Ade, Uwa Fajar, mengungkapkan bahwa musibah tersebut terjadi saat almarhum dalam perjalanan pulang dari Desa Cileuksa menuju Cibinong. Sebelumnya, Dede Ridwan sempat menyambangi rumah neneknya dan menghadiri pesta pernikahan seorang kawan.
“Almarhum orangnya baik. Sebelum kejadian sempat pulang dulu ke Cileuksa, rumah neneknya,” kata Uwa Fajar kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Kronologi Kejadian: Terjatuh di Jalan Licin
Kecelakaan bermula saat almarhum yang mengendarai sepeda motor trail melintasi Jalan Raya Leuwiliang. Saat itu, kondisi jalanan dilaporkan licin. Korban yang sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya di Cibinong berpapasan dengan sebuah truk tronton.
Uwa Fajar menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah tabrakan, melainkan korban terjatuh saat berupaya mendahului kendaraan di depannya.
“Bukan tabrakan. Almarhum mau nyalip karena pakai motor trail, tapi jalannya licin akhirnya jatuh,” ujar Uwa Fajar.
Pasca-kejadian, Dede Ridwan segera dilarikan ke Puskesmas Cigudeg untuk mendapatkan pertolongan awal. Namun, karena kondisi lukanya memerlukan penanganan lebih lanjut, ia kemudian dirujuk ke RSUD Leuwiliang.
“Sudah ditangani di rumah sakit. Sekitar subuh, pukul 04.30 WIB, almarhum meninggal dunia di RSUD Leuwiliang,” lanjutnya.
Dimakamkan di Desa Cileuksa
Jenazah almarhum Dede Ridwan telah dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Prosesi pemakaman dihadiri oleh pihak keluarga besar serta warga setempat yang turut berduka.
Di mata keluarga dan masyarakat Sukajaya, almarhum dikenal sebagai sosok pemuda yang ramah, humoris, dan mudah bergaul.
“Orangnya humoris. Kebaikan almarhum tidak bisa dilupakan,” kenang Uwa Fajar.
Uwa Fajar menambahkan bahwa sosok almarhum sangat berkesan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Orangnya baik dimata keluarga dan di mata warga Sukajaya juga. Dan memang orangnya juga humoris. Kebaikan almarhum memang tidak bisa dilupakan. Nah, sebelum kecelakaan ini almarhum sempat kondangan ke acara pernikahan temannya,” pungkasnya.





