Intensitas Hujan Menurun, BPBD Kabupaten Bogor Catat 9 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Distribusi air bersih oleh BPBD Kabupaten Bogor. (Foto: Dok.BPBD Kabupaten Bogor)

bogortraffic.com, KAB.BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Saat ini, BPBD mencatat bahwa sembilan kecamatan di Kabupaten Bogor sudah mengalami krisis air bersih, yaitu Kecamatan Leuwiliang, Jonggol, Cisarua, Pamijahan, Babakan Madang, Leuwisadeng, Tanjungsari, Jasinga, dan Gunung Putri.

Bacaan Lainnya

Krisis ini disebabkan oleh berkurangnya intensitas hujan yang mengakibatkan sumur warga mengering.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Dedi Sutisna, memperkirakan bahwa jumlah wilayah terdampak akan meningkat jika curah hujan tidak segera membaik. Menurutnya, wilayah-wilayah ini adalah area langganan krisis air bersih saat musim kemarau.

“Kemungkinan ada beberapa wilayah lagi yang akan meminta air bersih karena kondisi cuaca saat ini yang mengakibatkan kekeringan pada sumur warga. Ini adalah masalah tahunan yang sudah menjadi langganan di daerah-daerah tersebut,” ungkap Dedi pada Selasa (6/8/24).

Dedi menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah terdampak krisis air bersih belum teraliri oleh PDAM, karena pemukiman yang terletak di daerah pelosok sehingga masyarakat hanya bergantung pada sumur tanah.

“Mayoritas warga masih menggunakan sumur untuk kebutuhan air mereka. Meskipun ada jalur PDAM, sambungan mungkin belum sampai ke rumah-rumah di daerah pelosok,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan penanganan dengan mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang terkena dampak kekeringan. BPBD juga mengimbau kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih untuk segera melaporkan ke pihak desa agar bisa mendapatkan bantuan distribusi air bersih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan