bogortraffic.com, BOGOR – Setelah melakukan pengejaran selama tiga hari, aparat Satreskrim Polres Bogor dan Polsek Klapanunggal akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku penembakan seorang pemuda di Jalan Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/8/2024).
Salah seorang pelaku, SI (19), harus ditembak polisi karena berusaha kabur saat penangkapan. Polisi juga menyita berbagai jenis senjata airsoft gun yang sudah dimodifikasi menjadi senjata api rakitan. SI merupakan eksekutor utama dalam penembakan yang menimpa seorang pemuda bernama Asraf Fadil di ruas Jalan Raya Nambo. Selain SI, polisi juga menahan dua pelaku lainnya, yaitu AR (17) dan AZ (30).
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengungkapkan bahwa ketiga pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. AR dan SI ditangkap terlebih dahulu setelah sempat dikepung massa seusai penembakan.
“Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda, dua tertangkap lebih dahulu. Kami kembangkan dan tertangkap satu pelaku lagi,” tegas Rio.
Menurut AKBP Rio, peristiwa penembakan yang viral tersebut merupakan aksi salah sasaran. Kejadian ini bermula dari tantangan tawuran antara ketiga tersangka dengan sekelompok pemuda di kawasan Jalan Nambo.
“Jadi saling tantang dengan tujuh orang kelompok tetapi mereka kabur. Setelah itu korban lewat dan terjadi penembakan,” lanjutnya.
Akibat penembakan ini, korban yang tinggal di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, menderita luka parah di bagian kepala dan kini dirawat di RS Polri Kramatjati. Aksi penembakan ini sontak viral di dunia maya setelah video kondisi korban pasca-penembakan tersebar dalam pesan berantai. Korban diketahui sedang kembali dari mengantar paket di kawasan Klapanunggal saat kejadian.
Sementara itu, saat diinterogasi, SI mengaku tidak sengaja melakukan penembakan terhadap korban. Dirinya berdalih membawa senjata api untuk mengusir pelaku tawuran yang melintas.
“Saya tidak bermaksud menembak. Tadinya untuk membubarkan yang tujuh orang tawuran itu,” ungkap SI.
Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap motif lebih dalam dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya.






