bogortraffic.com, BOGOR– Anggrek hibrida baru bernama Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama kini resmi hadir di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, dan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, selaku pengelola Kebun Raya Bogor menyatakan pihaknya bangga menjadi rumah bagi anggrek penuh filosofi tersebut.
“Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama bukan hanya cantik secara morfologi, tetapi juga menyimpan filosofi persatuan Nusantara,” ujarnya, Selasa.
Menurutnya, kehadiran anggrek ini di Kebun Raya Bogor diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk lebih mencintai kekayaan hayati Indonesia sekaligus memperkuat peran Kebun Raya sebagai pusat konservasi dan edukasi flora tropis.
Hadirnya anggrek Jakob Oetama di ruang publik dinilai penting agar masyarakat bisa mengenang sosok almarhum tidak hanya dari dunia jurnalistik, tetapi juga melalui simbol flora yang melambangkan persatuan bangsa.
Anggrek hibrida ini juga merupakan penghormatan bagi Jakob Oetama, tokoh pers nasional dan perintis Kompas Gramedia, yang wafat pada 9 September 2020.
Diakui Internasional
Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama resmi tercatat dalam International Orchid Register milik Royal Horticultural Society (RHS) Inggris sejak 18 Februari 2025. Pendaftaran dilakukan oleh Hadhiyyah Nur Cahyono, breeder anggrek asal Indonesia yang mengembangkan persilangan sejak 2019.
Hadhiyyah menjelaskan, pemberian nama Jakob Oetama bukan hanya untuk memperkenalkan hibrida baru, tetapi juga memberi makna mendalam.
“Saya ingin hibrida ini tidak hanya indah secara bentuk, tetapi juga punya makna. Indukan betina dari Papua dan jantan dari Sumatera menyatukan timur dan barat Indonesia, sama seperti semangat Pak Jakob yang mempersatukan bangsa lewat karya jurnalistiknya,” katanya.
Asal Persilangan dan Morfologi
Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama merupakan hasil persilangan Paphiopedilum praestans dari Papua dengan Paphiopedilum victoria-regina dari Sumatera.
Secara morfologi, anggrek ini menghasilkan bunga bertipe slipper dengan kantong penuh, sepal dorsal lebar bergaris dari indukan praestans, serta sifat multifloral dari victoria-regina yang memungkinkan tumbuh lebih dari satu kuntum per tangkai.
Dari sisi genetik, hibrida ini memiliki komposisi 50 persen kelompok glanduliferum/praestans dan 50 persen chamberlainianum/victoria-regina.
Jejak Jakob Oetama
Jakob Oetama dikenal sebagai jurnalis yang menekankan nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Bersama P.K. Ojong, ia mendirikan Kompas Gramedia sejak 1963 melalui majalah Intisari, lalu melahirkan Harian Kompas pada 1965.
Sepanjang hidupnya, Jakob memimpin Kompas Gramedia hingga menjabat Presiden Komisaris (2006–2020), pernah menjadi Sekretaris Jenderal PWI Pusat, anggota DPR, serta anggota MPR.
Atas dedikasinya, ia menerima Bintang Mahaputera (1973), serta gelar doktor kehormatan dari Universitas Gadjah Mada (2003) dan Universitas Sebelas Maret (2014).
Kini, namanya kembali dikenang melalui kehadiran Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama di Kebun Raya Bogor yang melambangkan semangat persatuan Nusantara lintas generasi.






