bogortraffic.com, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung secara resmi menyatakan sikap menghormati sanksi berat yang dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sanksi ini merupakan buntut dari insiden pascapertandingan Liga Champions Asia (ACL) 2 melawan Ratchaburi FC yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada pertengahan Februari lalu.
Melalui keterangan resminya pada Jumat (15/5/2026), PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB) menyatakan rasa kecewa dan prihatin yang mendalam atas hukuman tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi, AFC menilai Persib telah melanggar Regulasi Komite Disiplin dan Etik (Pasal 64 dan 65) serta Regulasi Keselamatan dan Keamanan (Pasal 35). Adapun hukuman yang dijatuhkan meliputi:
-
Denda Finansial: Sebesar 200 ribu dolar AS atau setara dengan Rp3,5 miliar.
-
Pertandingan Tanpa Penonton: Larangan kehadiran suporter dalam dua pertandingan kandang pada kompetisi resmi AFC.
-
Masa Percobaan: Persib berada dalam masa pengawasan selama dua tahun. Jika pelanggaran serupa terulang, AFC mengancam akan memberikan sanksi yang jauh lebih berat.
Manajemen Persib menyayangkan tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab, yang justru merusak reputasi klub di level internasional. Kerugian yang dialami tidak hanya bersifat materi, tetapi juga berdampak pada semangat perjuangan tim yang sedang membangun nama baik di kancah Asia.
“Sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum. Kerugian ini tidak hanya dirasakan klub, tapi juga seluruh Bobotoh,” tulis manajemen melalui laman resmi klub.
Meski berat, Persib menegaskan akan patuh terhadap keputusan federasi sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola sepak bola profesional.
“Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level Asia, Persib menghormati keputusan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme dan disiplin internasional,” tutup pernyataan tersebut.
Manajemen berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen suporter agar senantiasa menjaga ketertiban, demi keberlangsungan perjalanan Maung Bandung di kompetisi internasional di masa depan.





