22 September 2023: Hari Badak Sedunia, Menyelamatkan Spesies Badak yang Terancam Punah

Bogor Traffic, Ragam – Setiap tahun, tanggal 22 September diperingati sebagai Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya melindungi lima spesies badak di dunia yang saat ini berada dalam ancaman kepunahan.

Berita Lainnya

Badak adalah makhluk yang telah menjadi target perburuan liar selama bertahun-tahun. Mereka sering diburu untuk mendapatkan tanduk atau cula mereka, yang sayangnya sering digunakan dalam obat tradisional dan berbagai tujuan lainnya. Seiring dengan terus berlanjutnya perburuan liar ini, populasi badak semakin menyusut dan mendekati ambang kepunahan.

Hari Badak Sedunia, yang pertama kali diperingati pada tahun 2011, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian spesies badak di seluruh dunia. Ini adalah momen penting untuk mengajak orang-orang dari berbagai latar belakang untuk bersatu dalam upaya melindungi badak dan habitat alaminya.

Upaya konservasi badak melibatkan organisasi-organisasi lingkungan, pemerintah, aktivis, dan masyarakat umum. Tujuan utamanya adalah untuk mengakhiri perburuan liar terhadap badak, membangun perlindungan yang lebih baik bagi mereka, dan mempromosikan pendidikan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Hari Badak Sedunia adalah pengingat bagi kita semua untuk bersatu dan berperan aktif dalam melindungi spesies yang berharga ini agar dapat terus hidup dan berkembang di alam liar. Dengan upaya bersama, kita dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi badak dan lingkungan mereka.

Sejarah Hari Badak Sedunia

Menurut laman National Today, Hari Badak Sedunia pertama kali dirayakan pada 22 September 2011. Meski begitu Hari Badak Sedunia pertama kali diumumkan pada tahun 2010 oleh organisasi World Wildlife South Africa. Ini dengan upaya bersama Lisa Jane Campbell dari Peternakan Chishakwe di Zimbabwe dan Rhishja Cota.

Meningkatnya tingkat perburuan spesies badak, maka sangat penting adanya upaya bersama organisasi terkait, seperti pusat konservasi satwa liar, LSM, kebun binatang, dan individu yang peduli mencari cara yang efektif untuk menghentikan perburuan badak dan melestarikan spesies badak yang terancam punah.

Badak adalah mamalia besar yang sejatinya tidak memiliki predator alami kecuali manusia. Spesies badak di seluruh dunia terancam dan berada di ambang kepunahan. Bahkan pada tahun 2011 lalu, spesies badak hitam Afrika telah dinyatakan punah.

Sekitar tiga badak tiap harinya dibunuh dan diburu. Pemburu menggunakan obat penenang untuk melemahkan badak dan memotong tanduk mereka secara tidak manusiawi. Badak kemudian dibiarkan berdarah sampai mati.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan