Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Putri Apriyani oleh Bripda Alvian Ricuh di Indramayu

Kericuhan saat rekonstruksi pembunuhan dengan tersangka oknum polisi di Indramayu. Keluarga korban mencoba menyerang pelaku. (Foto: iNews/Toiskandar)

bogortraffic.com, BOGOR – Rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Putri Apriyani berakhir ricuh di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (12/9/2025).

Keluarga korban meluapkan amarah saat pelaku Bripda Alvian Maulana Sinaga digiring masuk ke mobil tahanan usai memperagakan 24 adegan pembunuhan.

Bacaan Lainnya

Kericuhan terjadi di halaman Polres Indramayu saat Satreskrim bersama Kejaksaan Negeri menggelar rekonstruksi.

Polisi sempat kewalahan menghalau keluarga korban yang mengamuk, namun akhirnya emosi mereka berhasil diredam.

Dalam rekonstruksi, pelaku yang berstatus anggota Polri berpangkat Bripda itu memperagakan seluruh rangkaian perbuatannya.

Adegan dimulai dari bangun tidur, membekap, mencekik hingga membakar korban di kamar kos kawasan Ceblok, Kabupaten Indramayu.

Polisi juga memperlihatkan adegan saat pelaku sempat berniat bunuh diri di Mapolres Indramayu, namun urung dilakukan.

Setelah itu, ia kembali ke kamar kos dan membakar tubuh korban dengan bahan bakar sebelum melarikan diri dari lokasi.

Hasil rekonstruksi mengungkapkan bahwa aksi pembunuhan dipicu masalah utang. Pelaku sebelumnya meminjam uang Rp32 juta kepada korban. Namun karena terus ditagih, ia kalap lalu menghabisi nyawa kekasihnya sendiri.

Aksi brutal tersebut dilakukan pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB ketika korban sedang berada di kamar kos. Setelah memastikan korban tewas, pelaku meninggalkan lokasi pada pukul 08.00 WIB dan menuju Polres Indramayu, bahkan sempat hendak mencoba bunuh diri.

“Jadi agenda ini rekonstruksi untuk mencocokkan dengan hasil pemeriksaan dan penyidikan,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, Jumat (12/9/2025).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan