Tetap Tangguh Saat Puasa, Manggala Agni Padamkan Karhutla Kubu Raya

Manggala Agni berjibaku padamkan api

bogortraffic.com, BOGOR- Ditjen Gakkum Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan terus bersiaga penuh menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 2026, personel Manggala Agni tetap melakukan upaya pemadaman tanpa henti, siang dan malam.

Kabupaten Kubu Raya kini menjadi fokus utama menyusul meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) dan potensi kekeringan. Karhutla di wilayah ini tercatat terjadi mulai 28 Februari 2026 hingga hari ini (6/3/2026), menuntut kewaspadaan intensif dari tim lapangan.

Bacaan Lainnya

Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, Anggota Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak secara intensif memadamkan api di lima titik yang tersebar di Desa Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, dan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Sahat Irawan Manik, menyampaikan bahwa percepatan pemadaman menjadi prioritas, terutama di lokasi yang dekat dengan permukiman warga.

“Upaya pemadaman dilakukan mulai dari pagi hingga sampai dengan malam hari. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman khususnya lokasi karhutla yang dekat dengan pemukiman. Tahapan Mopping Up dilaksanakan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Tahapan ini juga menandakan bahwa situasi karhutla seluruhnya telah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam,” jelas Sahat Irawan Manik.

Selain pemadaman, tim di lapangan juga memperkuat langkah preventif melalui patroli pencegahan Karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Barat untuk memantau kondisi bahan bakar dan sumber air.

“Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat,” ungkap Sahat di Pontianak, Senin (6/3/2026).

Berdasarkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) BMKG, tingkat kerawanan di Kubu Raya memang menunjukkan tren peningkatan. Menanggapi hal tersebut, Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak bergerak cepat guna memastikan sebaran titik panas tidak meluas.

“Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan bersinergi dengan para pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan,” pungkas Sahat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan