bogortraffic.com, BOGOR – Fase krusial mabit dan melontar jumrah di kawasan Mina, Arab Saudi, tahun ini diwarnai tantangan cuaca panas yang sangat ekstrem. Sengatan matahari yang menembus batas ketahanan fisik manusia memaksa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bekerja ekstra keras di lapangan demi menyelamatkan nyawa para tamu Allah, khususnya jemaah lanjut usia (lansia).
Jauhnya rute pejalan kaki dari maktab pemondokan menuju area menara Jamarat membuat fisik jemaah terkuras hebat. Cuaca terik yang memanggang jalanan beraspal seketika memicu krisis cairan tubuh secara masif dan membuat banyak jemaah bertumbangan di tengah jalan.
Merespons situasi kedaruratan medis tersebut, petugas kesehatan bergerak taktis dengan membagikan botol-botol air mineral yang telah dicampur serbuk oralit secara langsung kepada rombongan jemaah yang melintas.
Taktik pembagian oralit siap tenggak ini sengaja diterapkan agar jemaah tidak perlu repot mencari wadah atau sendok untuk menyeduh di tengah padatnya arus massa. Khasiat cairan elektrolit ini dinilai jauh lebih cepat dan tepat sasaran untuk merehidrasi sel-sel tubuh dibandingkan sekadar air putih biasa.
Anggota Tim Promosi Kesehatan PPIH Arab Saudi, Adziah Narsiwi, membenarkan bahwa angka jemaah yang kolaps mengalami lonjakan tajam saat hendak menuju tempat pelemparan jumrah akibat dehidrasi berat.
“Karena kami hari ini menemukan banyak sekali jemaah yang pingsan. Itu disebabkan karena mereka dehidrasi dan terkena sengatan panas (heatstroke), ditambah jemaah kita banyak yang lansia, jadi risiko dehidrasinya makin tambah besar,” ungkap Adziah kepada Tim Media Center Haji, Kamis (28/5/2026).
Selain mengguyur jemaah dengan minuman elektrolit, aparat berseragam PPIH yang bersiaga di sepanjang pos jalur Mina secara aktif menyemprotkan air bersih ke bagian wajah dan kepala jemaah menggunakan alat portabel. Langkah ini terbukti ampuh menurunkan suhu inti tubuh jemaah secara instan.
Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, turun langsung ke jalur Jamarat untuk mengomandani petugas sekaligus memberikan instruksi teknis pencegahan dehidrasi kepada para jemaah.
“Terus cara minumnya sedikit-sedikit, jangan sekaligus,” ucap Puji memberikan panduan agar penyerapan cairan oleh tubuh berjalan optimal.
PPIH Arab Saudi mengimbau keras kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak menunggu kerongkongan terasa kering baru mulai meminum cadangan airnya. Pengenalan terhadap alarm batas kelelahan tubuh masing-masing individu menjadi kunci utama agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan rukun wajib haji ini dengan selamat hingga hari tasyrik usai.





