bogortraffic.com, JAKARTA – Satu tahun pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) menjadi bukti bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga dapat mengubah kecepatan menjadi hasil nyata.
Program yang mencakup sektor krusial seperti pendidikan dan kesehatan ini menunjukkan model baru pemerintahan kolaboratif di Indonesia.
Di bawah arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, pemerintah berhasil membuat seluruh sektor bergerak dalam satu irama.
“PHTC adalah orkestrasi kebijakan. Ketika semua kementerian bergerak dalam satu nada, hasilnya bisa terdengar di seluruh pelosok negeri,” ujar Pratikno, Senin (20/10/2025).
Program ini memperlihatkan sinergi yang kuat, yang oleh Pratikno disebut sebagai model pemerintahan whole-of-government yang benar-benar hidup di lapangan.
Sektor pendidikan mencatat capaian signifikan melalui PHTC. Revitalisasi sebanyak 16.698 sekolah dan madrasah tercapai berkat sinergi antara Kemendikdasmen, Kemendikti Saintek, Kemenag, KemenPUPR, dan pemerintah daerah (pemda).
Masalah klasik seperti sertifikasi lahan, pengadaan barang, hingga pelatihan guru, kini ditangani cepat berkat kerja sama lintas lembaga ini. Selain fisik, PHTC juga mendorong modernisasi pembelajaran. Digitalisasi pembelajaran melibatkan sektor swasta dan universitas, menghasilkan 124 ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang kini aktif digunakan di sekolah.
Sementara itu, program Sekolah Unggul Garuda (SUG) menunjukkan wajah kolaborasi pusat-daerah, mencakup perencanaan nasional hingga pembangunan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Di sektor kesehatan, PHTC juga menunjukkan taringnya. Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemda berhasil mempercepat skrining Tuberkulosis (TBC) hingga 7 juta orang dan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 45 juta warga.
Tidak hanya itu, pembangunan 32 rumah sakit baru dijalankan dengan sistem tiga shift per hari — hasil kesepakatan lintas kementerian untuk memastikan proyek rampung tepat waktu.
“Ini bukan sekadar program cepat, tapi model baru pemerintahan kolaboratif — whole-of-government yang benar-benar hidup di lapangan,” tutup Pratikno, menegaskan bahwa kecepatan PHTC didukung oleh soliditas koordinasi antarlembaga.

