bogortraffic.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menerapkan strategi dual growth untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik global.
Strategi ini menggabungkan penguatan bisnis minyak dan gas (legacy business) serta pengembangan bisnis rendah karbon dan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menekankan pentingnya keberagaman sumber energi nasional berbasis potensi lokal.
“Bagi Pertamina, transisi energi bukan hanya mengenai bagaimana menurunkan emisi, tetapi juga memastikan bahwa Indonesia memiliki sumber energi yang semakin beragam, berkelanjutan, dan berasal dari potensi dalam negeri,” kata Muhammad Baron, Jumat (4/9/2026).
Langkah Pertamina ini mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal. Menurutnya, pemanfaatan migas dan EBT secara beriringan merupakan bentuk transisi yang aman (safe transition).
“Harus mencari sumber lain di luar migas untuk yang kaitannya dengan energi, untuk mendorong ketahanan energi dan memenuhi kebutuhan domestik yang semakin terus mengalami peningkatan sejalan dengan upaya juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Faisal.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mengejar target swasembada energi nasional. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pengembangan EBT merupakan bagian dari program prioritas nasional.
“Energi baru terbarukan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, yaitu memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi,” katanya, Rabu (2/9/2026).
Baron menyimpulkan bahwa transformasi ini berfokus pada jaminan ketersediaan pasokan energi saat ini tanpa mengabaikan target jangka panjang.
“Perjalanan tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan energi hari ini tetap terpenuhi sembari membangun fondasi energi masa depan menuju Net Zero Emission 2060,” kata Baron.





