bogortraffic.com, BANDUNG- Provinsi Jawa Barat bakal memperkuat kemampuan mitigasinya dalam kebencanaan termasuk pertukaran data dan informasi kebencanaan melalui kerangka kerjasama dengan Prefektur Shizouka,Jepang.
“Kerjasama antara kedua provinsi di antaranya dikuatkan untuk mendalami science dan technology, terutama dalam penanganan gempa,” kata Sekda Jabar, Herman Suryatman di sela-sela kunjungan kerjanya seperti dalam keterangannya, Senin, 14 Oktober 2024.
Pertimbangan kerjasama itu, katanya, merujuk kepada kemampuan Shizouka sebagai salah satu perfektur yang sangat rawan gempa bumi. “Mereka punya pengalaman, serta banyak ahlinya. Kita gali ilmunya dan kita aplikasikan di Jawa Barat,” tandas Herman Suryatman.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Shizouka Institute of Science and Technology, Tanigawa menekankan adanya kesamaan antara Jepang dan Indonesia yang sama-sama rawan bencana alam.
Dia pun menyatakan bahwa pihaknya siap menerima lebih banyak mahasiswa dari Jawa Barat untuk belajar di institusinya. “Memperkuat pertukaran pengetahuan, khususnya di bidang teknologi bangunan tahan gempa,” tandasnya.
Dalam kaitan itu, Jabar mengirimkan mahasiswanya untuk kuliah di Shizouka Institute of Science and Technology di Fukuroi Jepang.
Salah satu penerima beasiswa, Sadida yang tengah menempuh pendidikan Strata 2 di Departemen Sistem Teknik, fokus mempelajari struktur bangunan yang ramah bencana.
Herman menyebut bahwa pendidikan yang ditempuh Sadida di Shizouka Institute sangat relevan bagi Jawa Barat, yang merupakan provinsi rawan bencana.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh Sadida dapat diaplikasikan di Jawa Barat, khususnya dalam desain struktur bangunan yang tahan gempa, demi kepentingan masyarakat Jawa Barat. Kami juga tengah mengupayakan penambahan mahasiswa yang mengikuti program beasiswa tersebut,” katanya.
“Apa yang dipelajari sangat relevan dengan kondisi di Jawa Barat, terutama terkait bangunan yang tahan gempa. Saya berharap, dengan ilmu yang saya peroleh di sini, saya dapat berkontribusi bagi pembangunan yang aman bencana di Jawa Barat,” katanya.






