Dorong Digitalisasi Sistem e-Phyto, Barantin Perkuat Kerja Sama dengan Kamboja

bogortraffic.com, BOGOR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat langkahnya di kancah global dengan mendorong implementasi sistem sertifikasi fitosanitari elektronik atau e-Phyto.

Langkah ini ditekankan saat menerima kunjungan study visit dari perwakilan General Directorate for Agronomy (GDA), Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Kamboja di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin, Drama Panca Putra menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan pengawasan komoditas antarnegara melalui teknologi digital.

“Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk mempererat kerja sama bilateral, khususnya dalam bidang perkarantinaan serta penguatan sistem pengawasan terhadap lalu lintas komoditas antarnegara,” ujar Drama Panca Putra di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Drama menegaskan bahwa Barantin memegang peran krusial bukan hanya sebagai pelindung perbatasan (border protection), tetapi juga sebagai garda terdepan perlindungan sumber daya genetik dan satwa liar.

Sistem karantina yang modern diharapkan mampu mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sekaligus menjamin mutu pangan dan pakan yang masuk maupun keluar dari wilayah Indonesia.

Implementasi e-Phyto menjadi sorotan utama dalam diskusi bilateral ini. Perwakilan GDA–MAFF Kamboja, Heng Chhun Hy, mengakui keunggulan sistem digital Indonesia yang telah terintegrasi dengan Indonesia National Single Window (LNSW).

Menurut Heng Chhun Hy, sistem ini sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kepercayaan antarnegara dalam perdagangan internasional.

Indonesia pun kini menjadi referensi bagi Kamboja dalam pengembangan sertifikasi elektronik.

Guna melihat implementasi nyata, delegasi Kamboja juga dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke Unit Pelaksana Teknis Barantin di BKHIT Banten (Satpel Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta) sebagai pintu pemasukan utama.

Melalui inisiatif di bawah International Plant Protection Convention (IPPC), Barantin berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi guna meningkatkan daya saing komoditas nasional di pasar global.

“Dengan kolaborasi yang semakin erat, Barantin berkomitmen untuk terus memperkuat sistem karantina yang modern, adaptif, dan terpercaya guna melindungi sumber daya hayati nasional,” tutup Drama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan