bogortraffic.com, BOGOR- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau kondisi perumahan subsidi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (27/12/2024). Kunjungan ini dilakukan di Perumahan Graha Arraya Dramaga, Kecamatan Cibungbulang, yang menjadi salah satu lokasi penerima Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Ara menyampaikan bahwa hasil kunjungannya akan menjadi bahan laporan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengingat FLPP dikelola oleh Kementerian Keuangan.
“Tentu kita tidak bisa memeriksa semuanya, hanya beberapa sampel. Temuan ini nanti akan saya laporkan kepada Menteri Keuangan, Ditjen Anggaran, Ditjen Kekayaan Negara, dan Ditjen Perbendaharaan,” ujar Ara di lokasi.
Perumahan Graha Arraya Dramaga memiliki luas total 46 hektare dan sebelumnya dikenal dengan nama Pesona Alam Dramaga. Proyek ini sempat mangkrak sejak dirilis pada 2018 akibat wafatnya pemegang saham utama.
Pada 2023, proyek tersebut diakuisisi oleh PT Bahana Imanan Suksestama (BAIMS) dengan nilai Rp 192 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 100 miliar berasal dari dukungan Bank BTN, sementara sisanya merupakan dana internal dari konsorsium. PT BAIMS adalah hasil kerja sama tiga perusahaan properti: Delta Group, Kharisma Group, dan Imanan Holding.
Menurut CEO Delta Group, Endang Kawidjaja, saat ini ratusan rumah subsidi di Graha Arraya Dramaga sudah siap akad pada Januari 2025.
- Klaster Lily: Luas bangunan 27 m², luas lahan 60 m², tersedia 98 unit.
- Klaster Sakura: Luas bangunan 30 m², luas lahan 60 m².
“Pembeli di sini kebanyakan punya hubungan kerabat di sekitar Bogor. Mereka tidak mau pindah jauh dari Bogor, tetapi tetap bekerja di Jakarta menggunakan kereta,” ungkap Endang.
Perjalanan dari perumahan ini ke Stasiun Bogor diperkirakan memakan waktu 30 menit dengan sepeda motor.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa unit rumah sudah berpenghuni, sementara sebagian klaster lain masih dalam tahap pembangunan. Selain rumah subsidi, PT BAIMS juga mengembangkan unit perumahan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasar.
Langkah ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau untuk masyarakat, sembari mendukung program swasembada perumahan di Indonesia.






