bogortraffic.com, BOGOR Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi meningkatnya ancaman serangan siber di sektor penerbangan nasional.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi “Membangun Konsep Kebijakan dan Strategi Pengamanan Ruang Digital dari Ancaman Serangan Siber di Lingkungan Operasional Kebandarudaraan”, yang digelar di Jakarta dan dibuka oleh Sekretaris Kemenko Polkam Mochammad Hasan.
Menurut Mochammad Hasan, ekosistem penerbangan modern kini sepenuhnya bergantung pada sistem digital yang kompleks dan saling terhubung lintas batas.
Namun, ketergantungan tersebut juga menghadirkan risiko serangan siber yang dapat mengancam keselamatan penerbangan, kelancaran operasional bandara, serta kepercayaan publik terhadap transportasi udara.
“Keamanan ruang digital penerbangan bukan hanya soal melindungi data dan sistem, tetapi juga menjaga nyawa manusia, reputasi bangsa, serta kedaulatan negara di ruang udara dan ruang siber,” tegas Hasan.
Dalam forum tersebut, Kemenko Polkam menyoroti sejumlah insiden global, termasuk serangan ransomware terhadap sistem navigasi dan layanan bandara di Eropa, yang mengganggu operasional penerbangan selama berhari-hari.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi nasional dalam menghadapi ancaman serupa.
Hasan menegaskan, keamanan siber penerbangan bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional.
Upaya penguatan keamanan digital di sektor transportasi udara ini juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional dan Manajemen Krisis Siber, serta Perpres Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV).
“Dalam menghadapi ancaman siber, tidak ada ruang bagi ego sektoral. Yang kita butuhkan adalah collaborative defense — pertahanan bersama berbasis kepercayaan, keterbukaan, dan kesamaan tujuan,” ujar Hasan menegaskan.
Bangun Strategi Bersama untuk Keamanan Digital Kebandarudaraan
Melalui forum ini, Kemenko Polkam mendorong lahirnya protokol dan standar operasional prosedur (SOP) lintas lembaga untuk menjaga ruang digital penerbangan sebagai bagian dari Infrastruktur Informasi Vital Nasional (IIVN).
Rapat koordinasi ini juga membahas mekanisme deteksi dini, mitigasi insiden, dan pemulihan pasca-serangan siber di lingkungan kebandarudaraan.
Pendekatan berbasis kolaborasi diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan digital nasional agar lebih adaptif dan tangguh menghadapi potensi ancaman global.
Rapat Koordinasi Keamanan Siber Penerbangan diselenggarakan oleh Kemenko Polkam bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta instansi terkait lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari TNI, Polri, BMKG, AirNav Indonesia, Angkasa Pura Indonesia, serta otoritas bandara wilayah I. Forum tersebut menjadi wujud nyata sinergi nasional dalam memperkuat keamanan siber sektor penerbangan sebagai benteng pertahanan digital Indonesia.






