Kemenhub Genjot Integrasi Transportasi, Targetkan Biaya Logistik Turun hingga 12,5 Persen

Press Background: Integrasi Transportasi Sektor Transportasi Laut dan Udara, Selasa (5/8).

bogortraffic.com, BOGOR – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menguatkan integrasi antarmoda transportasi di Indonesia.

Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi logistik, menunjang mobilitas masyarakat, serta memperkuat integrasi ekonomi domestik dan global.

Bacaan Lainnya

“Kita ingin agar jaringan transportasi di Indonesia tidak hanya terhubung, tetapi juga terpadu hingga akhirnya berkelanjutan,” ujar Direktur Prasarana Integrasi Transportasi Antarmoda, Sigit Irfansyah, pada acara Press Background: Integrasi Transportasi Sektor Transportasi Laut dan Udara, Selasa (5/8).

Salah satu fokus Kemenhub adalah meningkatkan konektivitas antara kawasan ekonomi strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), dengan jaringan transportasi.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut, Lollan Andy Panjaitan, menekankan pentingnya integrasi transportasi di kawasan ekonomi seperti KI Sei Mangkei yang berada di Selat Malaka, salah satu rute perdagangan utama dunia.

Ditjen Perhubungan Laut juga konsisten dengan program angkutan laut perintis barang. Program ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari hanya 3 trayek pada 2015 menjadi 39 trayek dengan 104 pelabuhan dan 39 kapal pada 2025.

Di sektor udara, Direktur Navigasi Penerbangan, Syamsu Rizal, menyatakan bahwa efisiensi logistik akan berdampak pada penurunan biaya dan disparitas harga.

Ia menargetkan penurunan biaya logistik dari 13,52% PDB di tahun ini menjadi 12,5% PDB pada 2029.

“Target kita adalah menurunkan biaya logistik hingga mencapai 12,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Syamsu Rizal.

Untuk mobilitas masyarakat, program angkutan udara perintis juga terus berkembang. Sejak 2011 hingga Juni 2025, program ini telah menghubungkan 164 bandara dan mengangkut lebih dari 3,2 juta penumpang, serta 36.262 ton kargo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan