bogortraffic.com, JAKARTA – PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam pelestarian lingkungan melalui fasilitas pengelolaan limbah terpadu (Comprehensive Waste Management Facility) dalam ajang The 2nd Indonesia-Japan Environment Week yang digelar di Jakarta pada Senin (11/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PPLI menampilkan berbagai teknologi pengelolaan limbah berstandar global yang telah diadaptasi untuk mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang di Indonesia.
Direktur Operasional PPLI, Tetsuya Yumoto, menjelaskan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada kemampuannya menyediakan layanan pengelolaan limbah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. PPLI menjadi salah satu dari sedikit perusahaan di Indonesia yang memiliki izin, infrastruktur, dan kapabilitas teknis untuk menangani seluruh tahapan pengelolaan limbah B3.
> “Kami menyediakan layanan one-stop service bagi pelanggan, mulai dari pengemasan limbah, pengangkutan menggunakan armada berizin, proses pengolahan secara kimia dan fisika, hingga pembuangan akhir di fasilitas landfill berstandar internasional,” ujar Yumoto.
Dengan mengadopsi pengalaman dan teknologi DOWA Group yang telah berkembang lebih dari satu abad di Jepang, PPLI tidak hanya berfokus pada pengolahan dan pemusnahan limbah, tetapi juga aktif mendorong konsep ekonomi sirkular melalui berbagai inisiatif resource recovery.
Dalam paparannya, Yumoto menyoroti kemampuan teknologi PPLI dalam mengekstraksi material bernilai dari limbah industri untuk dimanfaatkan kembali. Langkah ini dinilai mampu membantu perusahaan mitra mengurangi emisi karbon sekaligus mencapai target keberlanjutan mereka.
> “Kami terus mendorong inovasi agar limbah yang kami kelola dapat dimanfaatkan kembali semaksimal mungkin, baik sebagai bahan baku alternatif maupun sumber energi terbarukan, sehingga mampu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” tambahnya.
Salah satu sorotan utama yang disampaikan Yumoto adalah fasilitas pengolahan limbah PCBs (Polychlorinated Biphenyls) milik PPLI yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor. Fasilitas tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia dan dibangun melalui kerja sama strategis antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).
“Di Indonesia, PPLI merupakan satu-satunya perusahaan yang memiliki fasilitas pengolahan limbah PCBs. Limbah PCBs merupakan limbah beracun dan berbahaya. Melalui fasilitas ini, kami mendukung target pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia bebas PCBs pada tahun 2028 sesuai Konvensi Stockholm,” jelas Yumoto.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global Jepang, DOI Kentaro, menegaskan komitmen Jepang untuk terus memperkuat kemitraan dengan Indonesia melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM).
“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga mencakup berbagai sektor penting lainnya seperti pengelolaan debu, konservasi tanah, dan tata guna lahan,” ujar Doi.
Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan Environment Week tahun ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan prioritas kebijakan lingkungan Indonesia dengan solusi teknologi yang ditawarkan perusahaan-perusahaan dari kedua negara.
“Sistem pemulihan panas industri (waste heat recovery system) memberikan kontribusi signifikan terhadap dekarbonisasi industri sekaligus menyediakan pasokan listrik mandiri bagi pabrik. Ini merupakan contoh nyata solusi efisiensi energi berkelanjutan,” tambahnya.
Keberadaan fasilitas komprehensif milik PPLI juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung komitmen internasional Indonesia, khususnya dalam pengelolaan limbah berbahaya yang membutuhkan penanganan khusus dan teknologi tingkat tinggi.
Yumoto turut mengapresiasi semakin kuatnya sinergi antara teknologi lingkungan asal Jepang dengan regulasi lingkungan di Indonesia yang terus berkembang. Ia juga mengajak para pelaku industri untuk aktif berkonsultasi mengenai praktik pengelolaan limbah yang aman dan efisien.
“Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk mengunjungi Booth PPLI nomor 18 di area pameran. Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang profesional dapat menjadi aset penting bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.
Melalui integrasi fasilitas yang dimiliki di Bogor, PPLI terus memastikan bahwa solusi pengelolaan limbah yang aman, transparan, dan sesuai regulasi dapat diakses oleh berbagai sektor industri di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari agenda kunjungan bisnisnya di Indonesia sekaligus rangkaian kegiatan Indonesia-Japan Environment Week, Doi Kentaro juga berkesempatan mengunjungi fasilitas PPLI di Gunung Putri, Bogor, pada 11 Mei 2026. Kunjungan tersebut menjadi simbol semakin eratnya kolaborasi Indonesia dan Jepang dalam mendorong pengembangan industri berkelanjutan dan teknologi pengelolaan lingkungan yang maju.





