Fokus Penataan Pasar dan PKL, Pemkot Bogor Gelar Rakor bersama Forkopimda

KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama para pimpinan Forkopimda mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan program prioritas di Kota Bogor. Rapat yang dipimpin oleh Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Anan Nurakhman, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, ini membahas berbagai aspek, termasuk penataan pasar dan pedagang kaki lima (PKL).

Dalam pertemuan ini, Bima Arya menjelaskan rencana penataan pedagang kaki lima dengan merelokasi mereka ke beberapa pasar di Kota Bogor, seperti Pasar Jambu Dua yang diharapkan selesai pada bulan November, Pasar Sukasari, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Mawar, dan Pasar Devris. Selain itu, rencananya juga akan ada pergeseran lahan parkir yang terdampak untuk mengurangi kesemrawutan.

Berita Lainnya

Bima Ary menagatakan, pihaknya ingin agar para pedagang bisa memahami konsep relokasi yang bersifat permanen dan berkelanjutan. Ia juga meminta dukungan dalam hal koordinasi, komunikasi, dan antisipasi jika opsi relokasi tidak berjalan sesuai rencana.

“Konsep relokasi yang ada sifatnya permanen dan berkelanjutan bukan seperti yang sudah-sudah. Harapan kami para pedagang bisa memahaminya, untuk itu kami mohon dukungannya untuk koordinasi dan konsolidasi di lapangan terkait opsi relokasi, membangun komunikasi serta antisipasi jika opsi yang ada tidak berjalan sesuai rencana,” kata Bima Arya.

Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah, dan berbagai pimpinan perangkat daerah terkait juga hadir dalam rakor tersebut. Mereka menyampaikan laporan mengenai progres pembangunan di kawasan Pasar Kebon Kembang, serta menggarisbawahi perlunya pengawasan agar PKL tidak kembali ke lokasi tersebut.

Selain dukungan, hadir juga memberikan masukan. Forkopimda Kota Bogor, termasuk Danrem 061/SK, Brigjen TNI Anan Nurakhman, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Fikri Ferdian, dan Kajari Kota Bogor, Waito Wongateleng, menekankan pentingnya ketegasan, sosialisasi, dan kerja sama yang lebih intensif dalam proses penataan ini.

Bima Arya mengakhiri rakor dengan menyatakan bahwa skenario sudah ada dan mereka akan berupaya untuk memaksimalkan komunikasi dan sosialisasi opsi pengelolaan pasar dengan pedagang. Ia juga menyambut baik jika Forkopimda Kota Bogor turun bersama-sama untuk melakukan sosialisasi yang lebih efektif dan menunjukkan keseriusan dalam penataan pedagang kaki lima di Kota Bogor.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan