bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, pada Senin (3/3).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal di berbagai titik terdampak.
Jaro Ade menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan bertanggung jawab penuh terhadap perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat longsor. Selain itu, kebutuhan dasar para korban juga akan menjadi prioritas penanganan.
“Saya mulai hari ini dari wilayah barat, ke Sukajaya, untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan warga berhasil menyelamatkan diri saat kejadian,” kata Jaro Ade usai meninjau lokasi.
Ia menegaskan, Pemkab Bogor akan segera mendata seluruh kerusakan agar proses bantuan perbaikan bisa cepat dilakukan. Tak hanya itu, Jaro Ade juga mengajak warga sekitar untuk tetap menjaga semangat gotong royong dalam membantu sesama korban bencana.
“Gotong royong harus terus dijaga. Saya juga mengimbau warga terdampak untuk tidak kembali menempati rumah yang rawan longsor, karena curah hujan masih tinggi dan sulit diprediksi,” tambahnya.
Diketahui, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu malam (2/3), menyebabkan tebing penahan tanah runtuh dan menimpa rumah warga di sekitar lokasi. Meski tidak menelan korban jiwa, sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Dalam kunjungannya, Jaro Ade turut didampingi oleh Camat Sukajaya, Kepala Desa Harkatjaya, serta jajaran Forkopimcam dan unsur terkait dari Pemkab Bogor.
Saat ini, upaya pembersihan material longsor terus dilakukan bersama relawan dan warga setempat. Sementara itu, Pemkab Bogor tengah menyiapkan langkah mitigasi lanjutan untuk mencegah risiko longsor susulan, mengingat kondisi geografis kawasan Sukajaya yang rawan bencana.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke posko darurat apabila melihat tanda-tanda potensi bencana lainnya.






