Tingkatkan Wisatawan, Pemkab Bogor Gratiskan Parkir di Rest Area Gunung Mas

Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dok. ANTARA/M Fikri Setiawan)

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggratiskan biaya parkir di Rest Area Gunung Mas, Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna menarik lebih banyak wisatawan.

Langkah ini diambil setelah rest area tersebut mengalami penurunan jumlah pengunjung sejak diterapkan sistem parkir berbayar.

Berita Lainnya

“Sekarang ada portal parkir berbayar, ini ingin kita gratiskan saja, buka, biar semua bisa masuk ke sana,” kata Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, usai rapat koordinasi pemanfaatan rest area di Cibinong, Rabu (12/6/2024).

Asmawa menjelaskan bahwa sistem parkir berbayar yang diterapkan sejak rest area beroperasi pada medio 2023 menjadi salah satu alasan sepinya pengunjung. Akibatnya, banyak pedagang enggan melanjutkan berjualan di lokasi tersebut.

Ia telah menginstruksikan badan usaha milik daerah (BUMD) PT Sayaga Wisata, sebagai pengelola Rest Area Gunung Mas, untuk menggratiskan biaya parkir pengunjung dan retribusi bagi pedagang.

“Mungkin untuk tiga bulan pertama retribusinya tidak perlu ditarik, kecuali untuk sewa listrik dan air, itu kan digunakan oleh masing-masing ya, ‘mangga udunan’-lah,” ujar Asmawa.

Selain itu, Asmawa juga mengusulkan agar akses Wisata Agro Gunung Mas terintegrasi dengan rest area, sehingga wisatawan yang masuk ke tempat wisata secara otomatis melewati para pedagang di rest area.

Hal ini diharapkan dapat menghilangkan alasan para pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Wisata Puncak yang enggan direlokasi ke Rest Area Gunung Mas.

“Karena ternyata latar belakang adanya rest area itu adalah permintaan para pedagang untuk dibuatkan. Sekarang sudah jadi, sudah dibuatkan, maka ayo kita sama-sama manfaatkan,” tambahnya.

Asmawa memaparkan bahwa dari sekitar 600 kios yang tersedia di Rest Area Gunung Mas, 160 kios sempat diisi pedagang tetapi kemudian ditinggalkan karena sepi. Pembangunan rest area di lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara VIII ini telah dilakukan sejak tahun 2020-2021, dengan pembangunan kios tahap satu dilakukan tahun 2020 dan tahap dua pada tahun 2021, termasuk pemagaran kawasan rest area dan pembangunan monumen.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah membangun 516 kios di kawasan rest area tersebut, terdiri dari tahap satu sebanyak 448 kios dan tahap dua sebanyak 68 kios dengan dua tipe yakni tipe kios kering dan basah.

Pembangunan rest area ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bogor dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

KemenPUPR melalui Ditjen Cipta Karya bertanggung jawab atas pembangunan sarana dan prasarana rest area, sementara Ditjen Bina Marga menangani pembangunan jalan lingkar di kawasan rest area. Pemkab Bogor sendiri bertanggung jawab atas pembangunan kios.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Rest Area Gunung Mas dapat kembali ramai dikunjungi wisatawan, sehingga para pedagang bisa kembali berjualan dan perekonomian lokal pun meningkat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan