bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat lonjakan signifikan konsumsi sayur masyarakat setelah implementasi Program Taman B2SA yang terintegrasi dengan aplikasi Ngupahan.
Berdasarkan hasil monitoring pemda, konsumsi sayur warga meningkat hingga 45 persen dalam satu tahun terakhir, kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika.
Peningkatan tersebut dipaparkan Ajat pada sesi penjurian TOP 5 Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 di Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Senin.
“Porsi sayur per makan naik dari tiga sendok menjadi empat sendok,” katanya saat memaparkan inovasi pengembangan ekosistem ketahanan pangan berkelanjutan melalui Taman B2SA digital terintegrasi aplikasi Ngupahan.
Ajat menjelaskan, konsumsi sayur harian masyarakat meningkat dari rata-rata 132 gram menjadi 192 gram, atau naik sekitar 45 persen. Adapun konsumsi mingguan bertambah dari 92 menjadi 134 sendok makan.
Menurutnya, peningkatan ini didorong oleh peran Taman B2SA sebagai pusat edukasi gizi, budi daya pekarangan, dan penerapan pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Saat ini, taman tersebut telah tersebar di 40 kecamatan dan terus diperluas melalui posyandu serta Kampung Ramah Lingkungan.
Integrasi dengan aplikasi Ngupahan—singkatan dari Ngabagi, Ngubah, dan Ngurai Sampah Makanan—juga turut memperkuat perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Aplikasi ini menyediakan fitur Piring Berbagi, Bank Komposter, Berdikari Mart, dan Pojok Edukasi.
Melalui fitur Piring Berbagi, warga dapat berbagi pangan sehat berbasis lokasi terdekat. Sementara fitur edukasi memberikan panduan konsumsi bergizi sekaligus mengurangi sampah makanan rumah tangga.
Data pemerintah menunjukkan bahwa 91,79 persen masyarakat yang terlibat kini telah teredukasi pola hidup sehat. Selain itu, budi daya sayur organik di pekarangan turut meningkatkan ketersediaan pangan langsung di tingkat keluarga.
Ajat menegaskan bahwa program ini juga memberikan dampak signifikan dalam pengurangan sampah makanan. Dari rata-rata 3.000 ton sampah harian di Kabupaten Bogor, sampah pangan yang masuk ke tempat pembuangan akhir kini hanya sekitar empat persen.
Food waste rumah tangga juga berhasil turun hingga 55 persen berkat mekanisme pengumpulan sampah organik dan pemanfaatannya menjadi kompos melalui bank komposter yang dikelola komunitas.
“Program ini bukan hanya meningkatkan konsumsi pangan bergizi, tetapi juga mengurangi potensi sampah dan mendukung kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.
Program B2SA–Ngupahan juga berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting dan penguatan diversifikasi pangan keluarga. Pemerintah menargetkan perluasan implementasi pada 2026, dengan memperbesar jumlah Taman B2SA serta meningkatkan partisipasi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bogor menilai integrasi edukasi gizi dan teknologi digital ini sebagai solusi efektif bagi wilayah dengan luas geografis besar serta jumlah penduduk mencapai enam juta jiwa.






