Pj Bupati Bogor: Evaluasi Mingguan Pengendalian Inflasi Jadi Prioritas Utama

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi tingkat Kabupaten Bogor, di Ruang Rapat I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Senin (7/10).(Foto: Dok. Pemkab Bogor)

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR- Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri, menekankan pentingnya evaluasi rutin dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melakukan evaluasi mingguan guna memastikan langkah-langkah pengendalian inflasi berjalan efektif.

Bacaan Lainnya

Bachril, yang berbicara di Cibinong pada Selasa, juga menegaskan bahwa dirinya harus melaporkan perkembangan terkait upaya pengendalian inflasi di wilayahnya kepada pemerintah pusat.

“Ada 20 komoditas utama yang menjadi alat ukur inflasi. Kami memantau indeks perkembangan harga dan perubahannya setiap hari untuk membandingkannya dengan periode sebelumnya,” ujar Bachril.

Pengendalian inflasi saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah pusat yang harus diimplementasikan oleh seluruh kepala daerah di Indonesia.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Bogor, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk berperan aktif, termasuk dengan melakukan pemantauan harga pangan di pasar-pasar dengan bantuan Perumda Pasar Tohaga.

Selain itu, Pemkab Bogor juga rutin menggelar pasar murah di setiap kecamatan dan mengadakan rapat koordinasi pengendalian inflasi mingguan untuk memantau perkembangan indeks angka inflasi.

Bachril menjelaskan bahwa indeks perkembangan harga (IPH) di Kabupaten Bogor saat ini masih dalam kondisi aman, dengan angka IPH di kisaran -1,51, yang berada di median antara tertinggi 3,03 dan terendah -6,51.

IPH ini dihitung secara periodik sejak Januari hingga Juni 2024, dengan perkembangan harga komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras menjadi faktor yang memengaruhi fluktuasi angka tersebut. Misalnya, pada Januari 2024, IPH tercatat di -8,2813 persen, sementara di Maret mencapai 13,5293 persen.

Bachril menekankan bahwa hasil ini merupakan kerja keras dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan