bogortraffic.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mulai mengambil langkah besar dalam penataan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berdiri di pinggir jalan dibongkar dan diganti dengan container bin.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan bahwa tahap awal penataan ini dimulai dari Kecamatan Cibinong, tepatnya di wilayah Pakansari dan Nanggewer.
“Istilahnya bukan dibongkar, tapi kita menata TPS, supaya Ibu Kota Cibinong ini terlihat rapi dan asri,” ujarnya pada Minggu, 14 September 2025.
Menurut Teuku, program ini bukan hanya soal memindahkan lokasi pembuangan, tetapi juga memperbaiki mekanisme pengelolaan sampah.
“Kita memberikan gantinya berupa container bin untuk masing-masing kelurahan, jadi, pembuangan sampah tidak lagi di pinggir jalan, tetapi sesuai mekanisme yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Pemkab Bogor menargetkan distribusi 20 ribu container bin hingga ke tingkat RT dan RW.
“Kita mau mengadakan bukan satu desa malah, tapi satu RT RW satu container,” katanya.
Tidak berhenti pada distribusi container bin, Pemkab Bogor juga menyiapkan gagasan lebih besar, yakni menghadirkan bank sampah di setiap RT RW.
“Kita mau membuat semacam bank sampah di setiap RT RW agar sampah sudah dipilah sejak dari lingkungan warga,” beber Teuku.
Bank sampah ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan begitu, sampah tidak lagi menumpuk di pinggir jalan atau menimbulkan bau tak sedap.
Teuku menegaskan bahwa program ini masih menunggu persetujuan anggaran. Jika berjalan sesuai rencana, penataan TPS menjadi container bin dan bank sampah akan dilaksanakan bertahap dengan target rampung pada 2026.
“Iya, sementara untuk di Ibu Kota dulu, Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, jadi prioritas,” ungkapnya.
Dengan terobosan ini, wajah Cibinong dan Kabupaten Bogor diharapkan semakin tertata, bebas dari TPS pinggir jalan, sekaligus menjadi pelopor pengelolaan sampah di Jawa Barat.





