bogortraffic.com, BOGOR – Banyak orang masih menganggap bahwa tampil cantik membutuhkan biaya besar dan perawatan intensif di klinik kecantikan. Namun, kenyataannya tidak demikian. Menurut para ahli, fondasi kecantikan justru dimulai dari rutinitas dasar yang konsisten dan memahami kebutuhan kulit masing-masing.
Dokter Estetika, dr. Maria Angelina Bunawan, menegaskan bahwa standar cantik sangat personal dan tidak bisa disamaratakan.
“Cantik itu seperti pepatah, it’s on the eyes of the beholder. Apa yang kamu lihat itu ya versi cantiknya kamu sendiri,” ujar Maria, dikutip Liputan6.com pada Senin (08/12).
Gerai kecantikan yang berdiri sejak 2015 kini hadir dengan tampilan lebih modern, aesthetic, dan nyaman, mengikuti kebutuhan konsumen yang menjadikan kecantikan sebagai bagian dari gaya hidup.
Maria menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan kulit dan kemampuan finansial yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu perawatan ataupun biaya yang cocok untuk semua orang.
“Budget tiap orang pasti berbeda-beda. Itu sebabnya dunia kecantikan menyediakan pilihan dari yang paling low hingga high. Semua bisa menyesuaikan kemampuan,” ujarnya.
Empat Produk Dasar yang Wajib Dimiliki Pemula
Maria menyebut bahwa langkah pertama merawat kulit bukanlah membeli produk mahal, melainkan memahami dasar perawatan kulit. Ia mengibaratkan skincare sebagai “makanan” untuk kulit yang harus diberikan setiap hari.
“Skincare itu personalized. Sama seperti manusia butuh makan, kulit juga butuh nutrisi dasar,” katanya.
Menurut Maria, empat produk dasar ini wajib ada di tahap pemula:
- Cleanser: Membersihkan wajah dari kotoran dan minyak.
- Moisturizer: Menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier.
- Serum: Memberikan nutrisi tambahan sesuai kebutuhan kulit.
- Sunscreen: Perlindungan utama dari sinar UV.
“Basic skincare itu dari cleanser, moisturizer, serum, dan paling penting adalah sunscreen. That’s it,” tegasnya.
Tahapan dasar ini penting sebelum seseorang mencoba bahan aktif seperti retinol, AHA/BHA, maupun niacinamide.
Meskipun skincare merupakan fondasi utama, Maria menilai treatment klinik tetap memiliki fungsi penting untuk menangani masalah kulit yang tidak bisa diselesaikan produk topical.
“Sometimes skincare itu ada batasnya. Itu sebabnya treatment ke dokter merupakan tambahan dari skincare,” jelasnya.
Treatment bekerja lebih dalam dan memberikan hasil yang tidak bisa dicapai skincare harian — namun tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
“Itu dua kunci yang nggak bisa dipisahkan,” tambahnya.
Pertumbuhan minat masyarakat terhadap skincare dan perawatan diri juga tercermin dari industri kecantikan nasional yang semakin kuat.
CEO Beauty World Indonesia, Efendi Tan, mengatakan bahwa industri kecantikan terbukti tahan krisis dan tidak pernah kehilangan peminat.
“Gerai baru ini menawarkan pengalaman berbelanja kecantikan yang semakin lengkap, lebih nyaman, dan lebih aesthetic. Setiap sudutnya Instagram-able dan tetap menyajikan rangkaian produk yang super lengkap,” katanya.
Ke depan, Beauty World Indonesia menargetkan memiliki pabrik sendiri agar dapat menghadirkan lebih banyak brand lokal yang kompetitif dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.






